Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Hari Ulang Tahun, Inovasi Unik Pemkot Bogor

Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Pj Sekretaris Daerah Kota Bogor, Hanafi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor saat mengunjungi Puskesmas Bogor Selatan, Senin (10/2/2025). Foto : Ist.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Kesehatan merupakan aspek fundamental dalam kehidupan, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kini mengambil langkah progresif dengan meluncurkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG).

Program yang digagas melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) ini dirancang sebagai bentuk pelayanan kesehatan komprehensif bagi masyarakat yang berulang tahun.

Tidak hanya sekadar pemeriksaan rutin, PKG diharapkan menjadi model deteksi dini dan promosi kesehatan yang berkelanjutan.

Advertisement

Salah satu keunikan dari program PKG adalah jangkauan usianya yang luas. Pemeriksaan mencakup bayi baru lahir (0 bulan), balita dan anak prasekolah (1-6 tahun), dewasa (18-59 tahun), serta lanjut usia (>60 tahun).

Dengan cakupan ini, program ini memberikan akses kesehatan bagi masyarakat di berbagai tahapan kehidupan, memungkinkan deteksi dini terhadap penyakit serta edukasi kesehatan yang lebih baik.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Hanafi, menegaskan bahwa program ini merupakan respons terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam meningkatkan layanan kesehatan.

“Sasarannya semua, dari mulai bayi sampai dengan lansia. Jadi kebetulan ada momen-momen ulang tahun, kemudian nanti juga sasarannya ke sekolah dan ke pemeriksaan khusus, terutama ibu hamil dan sebagainya,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan PKG di Puskesmas Bogor Selatan, Senin (10/2/2025).

Baca Juga :  Soal Kompensasi Sopir "Ditilep", Dishub Kabupaten Bogor Lepas Tangan

Menurutnya, PKG tidak hanya berfokus pada pemeriksaan fisik semata, tetapi juga menanamkan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya hidup sehat.

Masyarakat didorong untuk menerapkan pola hidup sehat secara konsisten guna mencegah penyakit di kemudian hari.

Tahapan pemeriksaan pun telah dirancang sistematis. Awalnya, peserta akan menjalani skrining di puskesmas.

Jika ditemukan indikasi penyakit yang memerlukan tindak lanjut, pasien akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi untuk penanganan lebih lanjut.

Namun, dalam implementasinya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi tantangan tersendiri.

Hanafi mengungkapkan bahwa setiap puskesmas awalnya ditargetkan melayani 30 pasien per hari. Namun, kenyataannya jumlah peserta yang datang sering kali melebihi angka tersebut.

“Kita tidak bisa menolak datangnya pasien. Datangnya warga untuk memeriksa kesehatan, jadi kita layani sampai selesai,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Siap Luncurkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga Berulang Tahun

Dalam pelaksanaannya, program PKG turut didukung oleh teknologi medis yang cukup canggih.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menjelaskan bahwa 25 puskesmas di Kota Bogor telah siap menjalankan PKG dengan berbagai fasilitas pemeriksaan, seperti pemeriksaan fisik, laboratorium, elektrokardiogram (EKG), hingga deteksi penyakit serius seperti kanker serviks, payudara, usus, dan paru-paru.

Pemeriksaan kesehatan jiwa serta fungsi indera (gigi, mata, dan telinga) juga masuk dalam cakupan layanan ini.

Pendaftaran program ini pun telah mengadopsi sistem digital melalui aplikasi Satu Sehat atau chatbot Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Bagi masyarakat yang tidak memiliki akses ke gawai atau identitas resmi, petugas puskesmas dapat mendaftarkan mereka melalui aplikasi ASIK.

“Setelah mengunduh, akan muncul pilihan untuk tanggal pemeriksaan dan lokasinya. Setelah mendaftar, akan mendapatkan tiket notifikasi dari Kemenkes, kemudian tinggal datang ke faskes yang dipilih tadi,” terang Retno. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel