Netanyahu Kembali Picu Kontroversi, Usul Palestina Pindah ke Arab Saudi

Pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu
Saudi Arabia national flag (iStock)

TIMETODAY.ID – Pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyarankan agar negara Palestina didirikan di wilayah Arab Saudi telah memicu reaksi keras dari berbagai negara Arab. Netanyahu menyatakan bahwa Saudi memiliki banyak lahan yang dapat digunakan untuk mendirikan negara Palestina.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menanggapi dengan tegas, menyatakan bahwa mentalitas pendudukan ekstremis seperti yang ditunjukkan oleh Netanyahu tidak memahami arti penting tanah Palestina bagi rakyat Palestina.

Baca Juga :  Kades Gunung Menyan Klarifikasi soal Video Viral "Nasi Jomet"

Selain Arab Saudi, negara-negara Arab lainnya seperti Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, dan Qatar juga mengecam pernyataan Netanyahu tersebut. Mereka menegaskan bahwa rakyat Palestina memiliki hak atas tanah mereka sendiri dan menolak gagasan untuk mendirikan negara Palestina di wilayah Arab Saudi.

Advertisement

Pernyataan Netanyahu ini muncul di tengah proposal kontroversial dari Presiden AS, Donald Trump, yang menyarankan pemindahan warga Palestina dari Gaza ke negara-negara Arab lainnya dan menjadikan Gaza sebagai kawasan yang lebih berkembang. Proposal ini juga mendapat penolakan luas dari negara-negara Arab.

Baca Juga :  Arab Saudi Pilih Diplomasi, Tolak Wilayahnya Digunakan untuk Serang Iran

Secara keseluruhan, pernyataan Netanyahu dan proposal terkait telah meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah, dengan banyak negara Arab menegaskan kembali dukungan mereka untuk solusi dua negara dan hak rakyat Palestina atas tanah mereka sendiri. Mengutip dari berbagai portal berita.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel