China Tegas: Gaza Bagian Palestina, Bukan Alat Tawar-Menawar Politik

Kementerian Luar Negeri China
China Tegas: Gaza Bagian Palestina, Bukan Alat Tawar-Menawar Politik (ilustrasi iStock)

TIMETODAY.ID – Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa Gaza merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Palestina dan bukan sekadar alat tawar-menawar dalam kepentingan politik.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyampaikan pernyataan ini sebagai tanggapan terhadap laporan mengenai rencana Presiden AS Donald Trump yang disebut-sebut ingin mengambil kendali atas Gaza.

“Gaza adalah milik rakyat Palestina dan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari wilayah mereka. Ini bukan sekadar alat negosiasi dalam politik, apalagi menjadi objek eksploitasi oleh pihak yang lebih kuat,” ujar Guo Jiakun dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Middle East Eye.

Advertisement

China mengecam situasi tragis yang dialami penduduk Gaza akibat konflik berkepanjangan. Menurut Guo, perang yang terus berlangsung telah menyebabkan kehancuran besar dan penderitaan luar biasa di wilayah tersebut.

Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa komunitas internasional, khususnya negara-negara besar, harus bersatu untuk membantu membangun kembali Gaza dengan memberikan bantuan kemanusiaan serta mendukung proses rekonstruksi, bukan justru memperburuk keadaan.

Baca Juga :  Indonesia Resmi Pimpin Dewan HAM PBB, Fokus pada Dialog Inklusif dan Hak Anak

“Komunitas internasional, terutama negara-negara berpengaruh, harus bekerja sama untuk memperbaiki kondisi Gaza, bukan memperburuknya, dengan menyediakan bantuan kemanusiaan serta mendukung rekonstruksi wilayah tersebut,” lanjutnya.

China juga kembali menegaskan dukungannya terhadap prinsip “Palestina yang diperintah oleh rakyat Palestina” sebagai dasar utama dalam pengelolaan Gaza setelah konflik. Selain itu, China menekankan bahwa solusi dua negara merupakan jalan terbaik untuk mencapai penyelesaian yang adil dan berkelanjutan atas konflik Israel-Palestina.

“China siap bekerja sama dengan komunitas internasional untuk merealisasikan solusi dua negara sebagai langkah fundamental ke depan. Kami mendukung penyelesaian politik yang adil dan segera untuk isu Palestina, yakni dengan mendirikan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” tegas Guo Jiakun.

Baca Juga :  Perpisahan di Ueno: Giant Panda Xiao Xiao dan Lei Lei Pulang ke China

Rencana Trump terkait Gaza memicu kontroversi besar di kancah internasional. Presiden AS tersebut dikabarkan memiliki gagasan untuk mengambil kendali atas Gaza, bahkan mempertimbangkan pemindahan penduduk Palestina ke negara-negara tetangga seperti Mesir, Yordania, hingga Indonesia.

Usulan tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk negara-negara Arab dan organisasi internasional, yang menilai langkah itu sebagai upaya pembersihan etnis serta pelanggaran hak asasi manusia.

Selain itu, kebijakan Trump sebelumnya terkait Timur Tengah, seperti pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 2017 serta pemindahan Kedutaan Besar AS ke kota tersebut, telah meningkatkan ketegangan dan semakin memperdalam konflik Israel-Palestina.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel