Pasokan Gas Elpiji di Bogor Tersendat, Pedagang Kecil Terpaksa Beli dengan Harga Lebih Mahal

gas elpiji
Pasokan Gas Elpiji di Bogor Tersendat, Pedagang Kecil Terpaksa Beli dengan Harga Lebih Mahal. Foto : timetoday.id/Amelia Azizah.

TIMETODAY.ID, BOGOR –  Kelangkaan gas elpiji subsidi di wilayah Cikaret, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat telah berlangsung selama satu bulan terakhir. Kondisi ini menyebabkan pasokan tidak stabil dan berdampak pada masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang mengandalkan gas elpiji untuk operasional mereka.

Penanggung jawab penjualan gas elpiji di daerah tersebut, Luki (46), mengungkapkan bahwa beberapa pangkalan yang biasa menjadi langganannya mengalami kekosongan stok selama berbulan-bulan. Akibatnya, pendistribusian gas menjadi tidak merata.

“Kami memiliki 100 tabung gas elpiji, tapi hanya 50 yang bisa dikirimkan. Setelah itu, kami harus menunggu lagi, namun pasokan tak kunjung datang,” ujar Luki, Jumat (31/1/2025).

Advertisement
Baca Juga :  Beda dengan Muhammadiyah, Kapan Idulfitri Versi NU?

Menurutnya, kondisi ini berdampak pada para pelanggan, terutama pelaku usaha kecil seperti pedagang makanan dan rumah tangga yang bergantung pada gas elpiji untuk kebutuhan memasak.

Salah seorang pedagang makanan, Siti (38), mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji tiga kilogram untuk kebutuhan usahanya. Ia terpaksa membeli gas dengan harga lebih tinggi di pengecer karena stok di pangkalan sering kosong.

“Saya biasanya beli di pangkalan Rp 21 ribu per tabung, tapi karena kosong, terpaksa beli di warung dengan harga Rp 25 ribu hingga Rp 27 ribu,” ungkap Siti.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Awasi Harga LPG 3 Kilogram, Pengecer Nakal Terancam Penalti!

Meski harga gas elpiji di pangkalan masih stabil di angka Rp 21.000 per tabung, namun banyak warga yang mengeluhkan keterbatasan stok. Akibatnya, sebagian harus mencari gas ke daerah lain atau membeli di pengecer dengan harga lebih mahal.

Untuk mengatasi kelangkaan ini, Luki dan timnya membatasi jumlah tabung yang dapat dibeli oleh setiap pelanggan.

“Jika ada pelanggan membawa lima tabung, kami hanya bisa memberikan dua agar yang lain juga kebagian,” jelasnya. ***

Reporter : Amelia Aziziah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel