Kasus Viral: Rontgen Pria Florida Ungkap Kista Akibat Cacing Pita dari Daging Babi Mentah

Setelah mengonsumsi daging babi, cacing pita bertelur dalam tubuh seorang pria di Florida
ilustrasi yang di hasilkan oleh kecerdasan buatan (AI)

TIMETODAY.ID – Setelah mengonsumsi daging babi, cacing pita bertelur dalam tubuh seorang pria di Florida hingga menyebabkan kista, yang terungkap lewat hasil rontgen dan menjadi viral. Dokter memberikan penjelasan tentang kejadian ini.

Awalnya, pria tersebut pergi ke rumah sakit untuk menjalani rontgen karena jatuh dan merasa sakit pada pinggulnya. Namun, ia terkejut saat melihat hasil rontgen tubuhnya.

Gambar yang muncul dalam rontgen sangat mengejutkan, menunjukkan banyak nodul, butiran putih seperti beras, yang jumlahnya tak terhitung.

Advertisement

Ternyata, nodul-nodul tersebut adalah kista yang disebabkan oleh infeksi parasit, yakni telur cacing pita yang tersebar dalam tubuhnya.

Dr. Sam Ghali, seorang dokter perawatan darurat di Florida, membagikan foto rontgen tersebut di media sosial, menyebutnya sebagai salah satu rontgen paling mencengangkan yang pernah ia lihat.

Ia menjelaskan bahwa pasien tersebut mengalami kondisi tersebut setelah mengonsumsi daging babi yang mentah atau setengah matang, yang mengandung larva cacing pita.

Baca Juga :  Agar Puasa Tak Mudah Lapar, Coba 6 Cara Sederhana Ini

Larva ini berkembang menjadi kista di dalam tubuh dan dapat membusuk, menyebabkan infeksi.

Dr. Ghali mengingatkan agar selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan sebaik mungkin dan menghindari makan daging babi mentah atau setengah matang dalam kondisi apapun.

Rontgen tersebut menjadi viral setelah dibagikan dan menunjukkan betapa kista itu menyebar ke berbagai bagian tubuh, terutama ke jaringan lunak di pinggul dan kaki.

Pasien terinfeksi Taenia solium atau taeniasis setelah mengonsumsi telur cacing pita pada daging babi yang terkontaminasi atau kurang matang.

Kista yang terbentuk bisa mengarah pada infeksi sistiserkosis yang berbahaya, terutama jika terjadi di otak atau sistem saraf, yang dikenal sebagai neurosistiserkosis.

Infeksi ini berkembang setelah sekitar dua bulan dan dapat menyebar ke berbagai organ tubuh, termasuk otot, kulit, mata, dan sistem saraf.

Sistiserkosis dan neurosistiserkosis paling sering ditemukan di negara berkembang di Afrika, Asia, dan Amerika Latin, terutama di daerah pertanian.

Baca Juga :  Air Hujan Jakarta Tercemar Mikroplastik, Kemenkes Ingatkan Bahaya yang Tak Terlihat

Penularan utama terjadi melalui orang yang tidak mencuci tangan dengan baik setelah menggunakan toilet, meski bisa juga tertular melalui air yang terkontaminasi kotoran.

Pasien tersebut tidak menyadari bahwa tubuhnya telah dipenuhi kista cacing pita. Kasus ini diteliti oleh tim peneliti di Rumah Sakit Universitas Sao Joao di Porto, Portugal, pada tahun 2021.

Dr. Ghali mencatat bahwa meskipun prognosis untuk sistiserkosis umumnya baik, beberapa kasus berakibat fatal, dan diperkirakan sekitar 50 juta orang terinfeksi setiap tahun, yang menyebabkan sekitar 50.000 kematian.

Pesan yang ingin disampaikan adalah untuk selalu menjaga kebersihan, mencuci tangan, dan menghindari mengonsumsi daging babi mentah atau setengah matang. Meskipun kejadian ini mengejutkan, banyak kasus serupa tercatat di seluruh dunia.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel