Jejak Alwi Hamu, Tokoh Pers Indonesia Timur yang Berpulang

Alwi Hamu
Pendiri Fajar Group Alwi Hamu.

TIMETODAY.ID – Dunia jurnalistik Indonesia berduka atas kepergian H.M. Alwi Hamu, pendiri Fajar Group, yang meninggal dunia pada Sabtu (18/1/2025) di Rumah Sakit Puri Indah, Jakarta.

Di usia 80 tahun, Alwi Hamu meninggalkan jejak panjang sebagai pionir media massa di Indonesia Timur.

Kepergiannya membawa duka mendalam, tak hanya bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga bagi insan pers di seluruh Indonesia.

Advertisement

Awal Perjalanan dan Dedikasi di Dunia Pers

Alwi Hamu memulai kiprahnya sebagai aktivis mahasiswa, memperjuangkan aspirasi rakyat melalui Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) pada era 1966.

Jiwa aktivismenya kemudian bertransformasi dalam dunia jurnalistik. Pada tahun 1981, ia mendirikan Harian Fajar di Makassar.

Meski bermodal terbatas, Harian Fajar berkembang menjadi surat kabar terkemuka di Indonesia Timur, berkat dedikasi dan kegigihannya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Rakornas Pusat-Daerah di Sentul Bogor

Bergabungnya Fajar dengan Jawa Pos Group pada akhir 1980-an menjadi langkah strategis yang membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan redaksi, administrasi, dan operasional. Transformasi ini memperkuat posisi Fajar sebagai media rujukan di kawasan Indonesia Timur.

Ekspansi Media dan Peran Strategis

Di bawah kepemimpinan Alwi Hamu, Fajar Group tumbuh menjadi jaringan media besar yang menaungi surat kabar regional seperti Kendari Pos, Palopo Pos, dan Radar Buton.

Tak hanya berhenti di media cetak, Alwi juga memperluas jangkauan melalui media digital dengan peluncuran portal berita Fajar.co.id. Fajar Group berperan penting dalam menyuarakan isu lokal dan memperkuat identitas masyarakat Indonesia Timur.

Hubungan Personal dan Sosial

Alwi Hamu dikenal dekat dengan berbagai tokoh nasional, termasuk Jusuf Kalla. Persahabatan mereka terjalin sejak masa kuliah dan terus berlanjut hingga akhir hayat.

Baca Juga :  Wabup Bogor Bantah Intervensi Kades dalam Polemik Lahan Cijeruk-Cigombong

Jusuf Kalla bahkan turut mengantar jenazah Alwi ke Makassar. Keterlibatannya dalam gerakan sosial dan politik memperlihatkan kepeduliannya terhadap kemajuan masyarakat.

Warisan Abadi di Dunia Jurnalistik

Warisan terbesar Alwi Hamu adalah keberhasilannya membangun media yang berfokus pada pengembangan masyarakat Indonesia Timur.

Visi dan idealismenya menjadikan Fajar Group sebagai simbol keberhasilan media lokal yang independen dan profesional.

Dedikasi Alwi Hamu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus memperjuangkan kebebasan pers dan menyajikan informasi yang berkualitas.

Kepergian Alwi Hamu meninggalkan kekosongan dalam dunia pers, namun semangatnya akan terus hidup melalui karya dan warisan yang ia tinggalkan. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel