Erupsi Gunung Ibu: 255 Warga Mengungsi, Bahaya Masih Mengintai

Gunung Ibu, yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara
Gunung Ibu

TIMETODAY.ID – Gunung Ibu, yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dengan erupsi besar pada Jumat, 17 Januari 2025, pukul 16.52 WIT.

Gunung ini telah mencatat total 83 letusan hanya dalam seminggu terakhir, memuntahkan abu vulkanik, lava pijar, dan kolom asap yang mencapai ketinggian hingga 1.200 meter di atas puncaknya.

Dampak dari aktivitas vulkanik ini memaksa 255 warga dari desa-desa sekitar untuk mengungsi demi keselamatan. Berikut adalah rincian jumlah pengungsi dan lokasi penampungan:

Advertisement
  • Desa Tongute Ternate: Menampung 208 orang dari Desa Sangaji Nyeku.
  • Kantor Desa Tongute: Menampung 17 orang dari Dusun Borona.
  • Desa Akesibu/Gereja Tua: Menampung 30 orang dari Dusun Togoreba Sungi.

Para pengungsi saat ini ditempatkan di beberapa lokasi yang telah disiapkan oleh pemerintah setempat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Untuk mengantisipasi potensi lonjakan pengungsi, pemerintah telah mendirikan lima titik pengungsian tambahan.

Baca Juga :  Prabowo Kembali Gelar Retret Kabinet, Hambalang Jadi Lokasi Pilihan

Persiapan Evakuasi Lebih Besar
Menyadari risiko yang semakin meningkat, pihak berwenang berencana melakukan evakuasi lebih luas untuk lima desa yang berada dalam zona bahaya di sekitar Gunung Ibu.

Upaya ini bertujuan untuk mengamankan sekitar 3.000 warga yang berpotensi terdampak. Pemerintah mendesak masyarakat di zona merah untuk segera meninggalkan wilayah berisiko tinggi dan mengikuti arahan petugas.

Bantuan dan Penanganan Pengungsi
Tim gabungan dari BNPB, TNI, Polri, dan relawan setempat terus bekerja untuk memberikan bantuan dan perlindungan kepada para pengungsi.

Bantuan logistik, seperti makanan, air bersih, peralatan tidur, serta layanan kesehatan darurat, telah disalurkan ke berbagai titik pengungsian.

Tim medis juga dikerahkan untuk memastikan kebutuhan kesehatan pengungsi, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

Kondisi Gunung Ibu dan Arahan bagi Masyarakat
Saat ini, Gunung Ibu berada pada status Level III (Siaga). Hal ini menunjukkan bahwa potensi erupsi lebih besar masih ada, dan masyarakat di sekitar gunung harus tetap waspada.

Baca Juga :  Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Tinjau Lokasi Bencana dan Evakuasi Warga Terdampak

Radius aman ditetapkan sejauh 3-4 kilometer dari puncak gunung, tergantung pada arah angin dan ancaman bahaya lain seperti aliran lava atau material vulkanik.

Pihak berwenang terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini melalui saluran resmi, termasuk situs MAGMA Indonesia.

Kesimpulan
Erupsi Gunung Ibu menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

Pemerintah, bersama masyarakat, terus berupaya mengurangi dampak erupsi ini melalui evakuasi dan penanganan yang terkoordinasi.

Dengan langkah yang tepat, keselamatan warga dapat terjaga.

Bagi masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ibu, tetap ikuti arahan pihak berwenang, utamakan keselamatan, dan pantau informasi terbaru melalui kanal resmi pemerintah atau lembaga tanggap bencana.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel