TIMETODAY.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat untuk tidak terlalu cemas menghadapi isu gempa Megathrust yang dikabarkan akan terjadi pada 2025.
Hal ini disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dikutip dari beritasatu.com, Rabu (8/1/2024).
Abdul Muhari menyatakan, banjir informasi mengenai bencana besar seperti Megathrust dapat memicu efek cry wolf atau sikap abai dari masyarakat akibat terlalu sering mendapatkan peringatan yang tidak terbukti.
“Ini justru menurunkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana,” ujarnya.
BNPB mengingatkan bahwa penyampaian peringatan bencana harus dilakukan sesuai regulasi yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2019.
Perpres tersebut mengatur sistem informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami dengan dua komponen utama, yakni Komponen Struktur untuk monitoring dan Komponen Kultur yang melibatkan masyarakat dan komunitas.
“Bencana adalah urusan bersama. Kita harus melaksanakan sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” tambah Abdul Mujari.
Ia juga menyoroti dampak buruk dari informasi yang hanya berfokus pada ancaman tanpa panduan jelas, yang dapat menimbulkan kepanikan di masyarakat.
“Informasi yang tidak berkualitas akan meningkatkan kebingungan publik, terutama di level komunitas masyarakat bawah,” pungkasnya. ***





































