Siapa Pemilik Bukalapak? Sosok di Balik Perusahaan yang Resmi Menutup Layanan E-Commerce

siapa pemilik Bukalapak
Gedung Bukalapak. Foto : Ist.

TIMETODAY.ID – Bukalapak.com, salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia, resmi menghentikan layanan penjualan produk fisiknya per 7 Januari 2025.

Keputusan ini diambil sebagai bagian dari transformasi strategi perusahaan yang kini lebih berfokus pada produk virtual, seperti token listrik, pulsa, dan pembayaran iuran BPJS.

Lantas siapa pemilik Bukalapak?

Advertisement

Melansir Wikipedia, Rabu (8/1/2025) Bukalapak didirikan pada tahun 2010 oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Muhamad Fajrin Rasyid di Bandung, Bukalapak awalnya menjadi marketplace yang mendukung pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu pelopor digitalisasi warung tradisional di Indonesia, dengan capaian penetrasi digital hingga 56 persen menurut Nielsen pada tahun 2022.

Selama perjalanannya, Bukalapak berkembang menjadi platform all-commerce yang mencakup berbagai lini bisnis, mulai dari marketplace, online-to-offline (O2O), hingga layanan finansial dan logistik. Platform ini melayani lebih dari 130 juta pengguna dan memiliki 16,8 juta mitra UMKM.

Baca Juga :  Heboh Suplemen Blackmores Picu Gangguan Saraf, Ini Langkah BPOM di Indonesia

Bukalapak mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada tahun-tahun terakhir. Pada tahun 2023, pendapatan bersihnya mencapai Rp4,43 triliun, meningkat 22,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp1,36 triliun akibat beban operasional dan kerugian investasi.

Meskipun demikian, bisnis O2O menjadi segmen dengan kontribusi terbesar, menyumbang 55% dari total pendapatan pada kuartal pertama 2024.

Keberhasilan ini didorong oleh adopsi digital di luar wilayah Tier 1 Indonesia, dengan Total Processing Value (TPV) mencapai 73 persen dari wilayah tersebut pada kuartal kedua 2024.

Transformasi ke Produk Virtual

Baca Juga :  Trump Tunda Kenaikan Tarif Furnitur Hingga 2027, Harga Barang di AS Diharapkan Stabil

Mulai 9 Februari 2025, Bukalapak akan menghentikan penjualan produk fisik seperti elektronik, fesyen, dan makanan.

Perusahaan menyatakan fokus barunya adalah menyediakan produk dan layanan virtual yang lebih relevan dengan kebutuhan pengguna, termasuk pembayaran pajak, top-up pulsa, dan layanan keuangan lainnya.

Untuk mendukung proses transisi, pedagang masih diperbolehkan menjual produk fisik hingga batas waktu yang ditentukan.

Bukalapak juga memastikan bahwa transisi ini dilakukan secara bertahap untuk meminimalkan dampak bagi para mitra.

Keputusan ini mencerminkan langkah strategis Bukalapak dalam menghadapi persaingan e-commerce yang semakin ketat di Indonesia, sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan digital yang terintegrasi. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel