Mengenang Iyan Maryanah, Sosok Pahlawan Kesehatan Pesantren DQM yang Wafat dalam Kecelakaan Tragis

Iyan Maryanah
Almarhumah Iyan Maryanah. Foto : Dokumen Pesantren DQM Bogor.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat masih dirundung duka mendalam. Sosok Ustadzah Iyan Maryanah (28), tenaga kesehatan yang mengabdikan dirinya di Pesantren Terpadu Darul Quran Mulia (DQM), telah berpulang.

Ia meninggal dunia dalam kecelakaan di ruas Tol Malang-Pandaan Km 77 pada Senin, 23 Desember 2024.

Kepergian Iyan menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, hingga para santri yang pernah merasakan hangatnya kasih sayang dan dedikasinya.

Advertisement

Iyan meninggalkan suaminya, Ustadz Alkoni Mahesa (31), yang kini masih menjalani perawatan intensif di RS Syaiful Anwar, Malang, serta dua anak mereka.

Saat kecelakaan terjadi, mereka tengah dalam perjalanan mendampingi rombongan santri mengikuti program kursus bahasa di Kampung Inggris, Kediri, Jawa Timur.

Sosok yang Tak Tergantikan

Mengabdi sebagai perawat sejak Desember 2019, Iyan dikenal sebagai pribadi yang ramah dan penuh dedikasi. Rekan sejawatnya, dr. Ana Raudah Al Jannah, mengenangnya sebagai tenaga kesehatan yang luar biasa.

Baca Juga :  Peneliti Temukan Kaitan Kelahiran Prematur dengan Skor IQ Lebih Rendah

“Ustadzah Iyan sangat cekatan dan selalu siap siaga. Bahkan jika ada santri yang butuh bantuan di tengah malam, dia selalu hadir untuk membantu,” ujar Ana, mengenang momen-momen kebersamaannya.

Tak hanya dikenal sebagai tenaga kesehatan yang andal, Iyan juga meninggalkan jejak kasih sayang yang mendalam. Salah satu wali santri, ibu dari Ihya dan Ara asal Gorontalo, mengingat betapa besar peran Iyan di masa-masa sulit pandemi.

“Ketika anak saya diisolasi karena Covid-19, Kak Iyan tak henti memberikan bantuan, baik itu obat-obatan, makanan, hingga dukungan moral. Bahkan, beliau sering mengantar rombongan santri ke bandara di tengah malam, tanpa mengeluh,” kenangnya.

Kenangan yang Tak Akan Pudar

Keberadaan Iyan di pesantren bukan hanya sebagai perawat, tetapi juga sebagai pelindung dan penghibur bagi santri. Menurut Ayu, salah satu tetangga sekaligus saksi atas dedikasinya, Iyan adalah sosok yang tak tergantikan.

Baca Juga :  Menyusuri Jalan Pedati, Langkah Pemkot Bogor Jaga Ketertiban dan Keindahan Kota

“Dia satu-satunya perawat yang tinggal di pesantren. Semua orang mengenal beliau karena kebaikan hatinya,” ujar Ayu.

Ketulusan Iyan terlihat dari caranya merawat santri, baik dalam keadaan darurat maupun saat keseharian biasa. Kebaikan hatinya begitu dirasakan hingga oleh para wali santri yang jarang bertemu langsung dengannya.

Kini, duka menyelimuti keluarga besar DQM. Doa-doa terus mengalir untuk Iyan, yang kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi banyak orang. “Kebaikan dan dedikasinya akan terus hidup di hati kami,” ungkap salah satu rekan di DQM.

Meski raganya telah tiada, Iyan Maryanah akan selalu dikenang sebagai sosok yang tak kenal lelah memberikan cinta dan pengabdian bagi sesama. Kebaikan hatinya menjadi warisan abadi yang akan terus hidup dalam ingatan mereka yang pernah disentuh olehnya. (Cr3)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel