TANGAN KANAN MEMBERI, TANGAN KIRI MENCEKIK

Ripan, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pakuan. Foto : Dokumentasi pribadi.

Oleh: Ripan

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pakuan

Belum genap 100 hari menjabat, Presiden RI Prabowo Subianto sudah membuat masyarakat resah dan bertanya-tanya terkait statement terkait tarif pajak penambahan nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen.

Advertisement

Hal tersebut disampaikan Mentri Koordinator Bidang Perekonomian  Airlangga Hartanto bersama Mentri Keuangan Sri Mulyani.

Menaikan tarif ditengah kenaikan harga bahan pokok, akan mengakibatkan kenaikan biaya produksi sehingga terjadi turun bebasnya daya beli yang juga bisa berdampak pada kenaikan pengangguran karna adanya efesiensi perusahaan.

Tidak hanya itu, uang pajak juga justru banyak dialokasikan untuk institusi pelanggar HAM yakni POLRI, bahkan anggaran Militer/Polri, lebih besar daripada sektor kesehatan dan pendidikan.

Baca Juga :  Pengendara Motor Tewas Terjepit di Belakang Truk Parkir di Parung

Maka ada hal yang harus dipertannyakan terkait kenaikan PPN 12 persen kenaikan tarif PPN ini Solusi atau Beban? Kenaikan Tarif PPN menjadi 12 persen disebut-sebut juga sebagai strategi memperkuat penerimaan negara.

Namun siapa sebenarnya yang menanggung dampaknya? Gaji naik tipis, harga melonjak drastis. Beban masyarakat bertambah, UMKM terancam, daya beli semakin tertekan.

Banyak sekali dampak yang akan dirasakan oleh masyarakat dengan adanya kenaikan PPN 12 persen ini, belum genap 100 hari menjabat Presiden RI Prabowo Subianto beserta kroni-kroninya sudah mulai mencekik terhadap masyarakat.

Padahal sudah jelas hanya ada dua perintah dalam konstitusi untuk Presiden dalam UUD Dasar 1945 yaitu cerdaskan anak bangsa dan pelihara fakir miskin, di awal kepemimpinan Prabowo Subianto masyarakat kalangan bawah seolah-olah diberi angin segar dengan adanya program makan siang gratis disekolah-sekolah, namun dengan adanya kenaikan tarif  PPN 12 persen ini kita bisa menyimpulkan bahwasannya Presiden RI Prabowo Subianto beserta kroni-kroninya seperti Tangan Kanan Memberi, Tangan Kiri Mencekik.

Baca Juga :  Vihara Dhanagun Jadi Saksi Senyum Ratusan Difabel

Kenaikan pajak ini sungguh langkah “BRILIAN” seolah Rakyat belum cukup menderita, pemerintah justru menambah beban dengan kebijkan yang “HEBAT” ini. Terima kasih sudah semakin “MEMPERHATIKAN” kesejahteraan kami. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel