
TIMETODAY.ID, BOGOR – Tingkat partisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kota Bogor tercatat rendah, dengan sebanyak 290 ribu warga tidak menggunakan hak pilihnya.
Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Bogor, Firman Wijaya, menyatakan hal ini harus menjadi evaluasi bagi penyelenggara pemilu, terutama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pemerintah.
“Ini akan menjadi PR, khususnya bagi KPU, sebagai penyelenggara Pilkada 2024 Gubernur, Wali Kota, dan Bupati,” ujar Firman, Sabtu (7/12/2024).
Firman menekankan bahwa KPU memiliki tanggung jawab besar dalam meningkatkan partisipasi pemilih, terutama melalui divisi partisipasi masyarakat yang bertugas menyosialisasikan pemilu.
“Harusnya KPU bisa melakukan antisipasi terhadap kekhawatiran meningkatnya angka golput,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tren partisipasi pemilih telah menurun sejak Pilkada 2018, dengan Pilkada 2024 mencatat angka golput tertinggi.
Sementara itu, meski partisipasi pemilih menurun, Bawaslu Kota Bogor mencatat keterlibatan masyarakat sebagai pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) cukup tinggi.
Tingkat partisipasi pemilih di Kota Bogor hanya mencapai 63 persen, jauh di bawah target 90 persen yang ditetapkan Penjabat Wali Kota Bogor.
Firman menegaskan bahwa angka golput yang tinggi harus menjadi bahan evaluasi bersama Pemerintah Kota Bogor. (Cr3)
Follow dan Baca Artikel lainnya di atau via whatsapp timetoday wa channel




































