TIMETODAY.ID – Tren kenaikan elektabilitas calon Wali Kota Bogor, Rena Da Frina, menjadi sorotan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar pada 27 November 2024.
Data survei menunjukkan bahwa tingkat pemilih bimbang (swing voters) di Kota Bogor masih cukup tinggi, sementara elektabilitas pasangan calon lain mulai menurun.
Direktur Eksekutif Ideapol Institute, Yintrosius Bena, menyebutkan bahwa peningkatan elektabilitas Rena Da Frina disebabkan oleh program dan visi-misi yang dinilai menyentuh masyarakat lapisan bawah.
“Masih ada seminggu lagi menuju Pilkada. Potensi suara Rena Da Frina bisa terus bertambah,” kata Yintrosius, Kamis (21/11/2024).
Menurutnya, efektivitas kerja partai pengusung dan tim pemenangan menjadi faktor pendukung yang signifikan.
“Visi dan misi yang disampaikan oleh tim sukses ke masyarakat menjadikan Rena Da Frina lebih diterima,” ujarnya.
Hasil survei terbaru Puspoll Indonesia yang digelar pada 12-17 November mencatat elektabilitas pasangan Rena Da Frina-Achmad Teddy Risandi sebesar 18,4 persen, menempatkan mereka di urutan ketiga setelah Dedie Rachim-Jenal Muttaqien dan Atang Trisnanto-Annida Allivia. Survei ini juga mengungkap 34,7 persen masyarakat Kota Bogor masih termasuk swing voters, sementara 36,4 persen lainnya baru akan memutuskan pilihan sepekan sebelum Pilkada atau saat di TPS.
Selain itu, survei Litbang Radar Bogor pada 4-7 November menunjukkan penurunan elektabilitas pasangan Dedie Rachim-Jenal Muttaqien, meski tetap berada di posisi pertama.
Yintrosius menilai, interaksi langsung Rena Da Frina dengan masyarakat selama masa kampanye turut memberikan kesan positif dan meningkatkan daya tariknya di mata pemilih. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































