TIMETODAY.ID, BOGOR — Media sosial membuat berbagai aktivitas orang lain terasa begitu dekat. Mulai dari liburan, mencoba tempat makan baru, hingga membeli barang yang sedang viral dapat dengan mudah terlihat hanya dalam hitungan detik. Di balik kemudahannya, paparan tersebut juga bisa memicu fear of missing out (FOMO) atau rasa takut tertinggal dari orang lain.
Jika tidak dikelola dengan baik, FOMO dapat mendorong seseorang mengambil keputusan secara impulsif, termasuk membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Selain berdampak pada kondisi keuangan, kebiasaan ini juga berpotensi memengaruhi kesehatan mental karena terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain.
Agar tidak terjebak dalam siklus tersebut, berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan.
1. Bedakan kebutuhan dan keinginan
Sebelum membeli sesuatu, biasakan untuk bertanya pada diri sendiri apakah barang tersebut benar-benar diperlukan atau hanya dibeli karena sedang populer.
Membiasakan berpikir sejenak sebelum berbelanja dapat membantu mengurangi keputusan impulsif sekaligus menjaga kondisi keuangan tetap sehat.
2. Batasi penggunaan media sosial
Media sosial memang menjadi sumber hiburan dan informasi, tetapi penggunaan yang berlebihan juga dapat memicu rasa iri maupun perasaan tertinggal.
Mengurangi durasi bermain media sosial dan mengisi waktu dengan aktivitas lain, seperti membaca, berolahraga, atau berkumpul bersama keluarga, dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang.
3. Siapkan anggaran khusus untuk hiburan
Menikmati konser, kuliner, atau aktivitas rekreasi tetap boleh dilakukan selama sesuai kemampuan finansial.
Menyisihkan dana khusus untuk hiburan setiap bulan membuat pengeluaran lebih terkontrol tanpa mengganggu kebutuhan utama maupun target keuangan lainnya.
4. Hargai pencapaian diri sendiri
FOMO sering kali membuat seseorang lebih fokus pada keberhasilan orang lain dibandingkan perkembangan dirinya sendiri.
Meluangkan waktu untuk mengingat atau mencatat pencapaian, sekecil apa pun, dapat membantu menumbuhkan rasa syukur dan mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.
5. Tidak ragu menolak ajakan yang memberatkan
Tidak semua undangan atau ajakan harus diterima hanya demi mengikuti tren atau menjaga citra di lingkungan pergaulan.
Menolak secara sopan ketika kondisi keuangan, waktu, atau tenaga tidak memungkinkan merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan bukan berarti antisosial.
6. Fokus pada tujuan keuangan jangka panjang
Memiliki target keuangan yang jelas, seperti menabung untuk dana darurat, pendidikan, kendaraan, atau liburan, dapat membantu mengurangi keinginan berbelanja secara impulsif.
Ketika memiliki tujuan yang ingin dicapai, seseorang cenderung lebih bijak dalam menentukan prioritas pengeluaran.
7. Sadar bahwa tidak semua tren harus diikuti
Tren selalu berubah dalam waktu singkat. Karena itu, tidak ada kewajiban untuk mencoba semua hal yang sedang ramai diperbincangkan.
Mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan, minat, dan kemampuan sendiri dapat membuat hidup terasa lebih tenang sekaligus membantu menjaga kondisi finansial tetap stabil.
Pada akhirnya, mengatasi FOMO bukan berarti harus menghindari media sosial atau berhenti menikmati berbagai pengalaman baru. Yang terpenting adalah mampu menentukan prioritas, mengelola pengeluaran secara bijak, serta memahami bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Dengan cara tersebut, seseorang dapat menikmati hidup tanpa merasa terbebani untuk selalu mengikuti setiap tren yang muncul.***
Editor : Syafira
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



































