TIMETODAY.ID, JAKARTA — Tikus sering kali datang tanpa disadari. Awalnya hanya satu atau dua ekor yang terlihat sesekali, namun dalam waktu singkat jumlahnya bisa bertambah dan mulai menimbulkan berbagai masalah di rumah.
Selain merusak perabot, kabel, hingga bahan makanan, tikus juga dikenal sebagai hewan pembawa penyakit yang dapat membahayakan kesehatan penghuni rumah. Karena itu, mengenali tanda-tanda keberadaannya sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah infestasi yang lebih besar.
Menurut para ahli pengendalian hama, tikus biasanya masuk ke rumah untuk mencari tempat berlindung, sumber makanan, serta lokasi yang aman untuk berkembang biak.
Tikus Bisa Menjadi Sumber Penyakit
Keberadaan tikus bukan sekadar mengganggu kenyamanan. Hewan pengerat ini dapat menyebarkan berbagai penyakit melalui urine, air liur, maupun kotorannya.
Selain itu, tikus juga kerap membawa kutu dan parasit yang berpotensi menularkan penyakit kepada manusia maupun hewan peliharaan. Karena itu, setiap tanda keberadaan tikus sebaiknya tidak diabaikan.
4 Tanda Tikus Mulai Bersarang di Rumah
1. Kotoran Tikus Bermunculan
Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah adanya kotoran tikus di beberapa sudut rumah.
Biasanya kotoran ditemukan di area yang jarang dibersihkan atau tidak sering dilalui penghuni, seperti di balik lemari, bawah wastafel, gudang, dapur, maupun area penyimpanan barang.
2. Barang Banyak Bekas Gigitan
Tikus memiliki gigi yang terus tumbuh sehingga mereka perlu menggerogoti berbagai benda untuk mengikisnya.
Jika menemukan bekas gigitan pada kardus, kertas, kain, plastik, hingga kabel listrik, hal tersebut bisa menjadi indikasi adanya aktivitas tikus di dalam rumah.
3. Ada Jejak atau Bekas Lintasan
Jejak kaki kecil, noda hitam, atau bekas gesekan di sepanjang dinding juga dapat menjadi petunjuk keberadaan tikus.
Biasanya tanda-tanda ini muncul di jalur yang sering dilalui tikus saat mencari makanan atau berpindah tempat.
4. Terdengar Suara Aneh pada Malam Hari
Tikus merupakan hewan nokturnal yang aktif saat malam hari. Karena itu, suara langkah kecil, gesekan, atau bunyi berisik dari plafon, loteng, maupun sela dinding patut dicurigai.
Semakin sering suara terdengar, semakin besar kemungkinan terdapat lebih dari satu tikus yang beraktivitas di area tersebut.
Cara Mengatasi Tikus yang Sudah Masuk Rumah
Jika tanda-tanda keberadaan tikus mulai terlihat, langkah penanganan sebaiknya segera dilakukan agar populasinya tidak berkembang.
Gunakan Perangkap Tikus
Perangkap masih menjadi salah satu metode yang banyak digunakan karena cukup efektif dan mudah diterapkan.
Umpan seperti keju, kacang-kacangan, atau buah kering dapat digunakan untuk menarik tikus mendekati perangkap. Penempatannya sebaiknya berada di sepanjang dinding atau jalur yang sering dilalui tikus.
Gunakan Jasa Pengendali Hama
Apabila jumlah tikus sudah banyak atau sulit dikendalikan secara mandiri, memanggil jasa pengendalian hama profesional bisa menjadi solusi yang lebih efektif.
Metode ini umumnya mampu menjangkau area persembunyian yang sulit diakses penghuni rumah.
Cara Mencegah Tikus Datang Kembali
Setelah populasi tikus berhasil dikurangi, langkah pencegahan perlu dilakukan agar rumah tidak kembali menjadi tempat bersarang.
1. Tutup Celah dan Lubang Masuk
Periksa bagian pintu, ventilasi, jendela, hingga area sekitar pipa air. Tikus dapat masuk melalui lubang yang ukurannya jauh lebih kecil dari yang dibayangkan.
2. Pangkas Dahan yang Menyentuh Rumah
Cabang pohon yang terlalu dekat dengan atap dapat menjadi “jembatan” bagi tikus untuk masuk ke dalam rumah. Memangkasnya dapat mengurangi risiko tersebut.
3. Hindari Menumpuk Barang
Tumpukan kardus, koran bekas, atau barang yang tidak terpakai sering menjadi tempat favorit tikus untuk bersembunyi dan berkembang biak.
4. Kelola Sampah dengan Baik
Pastikan tempat sampah memiliki penutup rapat dan rutin dibersihkan. Sisa makanan yang terbuka dapat menarik tikus untuk datang dan menetap di sekitar rumah.
Dengan mengenali tanda-tanda keberadaan tikus lebih awal, pemilik rumah dapat mengambil langkah cepat sebelum hama ini berkembang biak, merusak barang, dan menimbulkan risiko kesehatan bagi seluruh penghuni rumah.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































