TIMETODAY.ID, JAKARTA — Setiap orang pernah merasa stres. Entah karena tekanan pekerjaan, konflik pribadi, atau rasa cemas yang datang tanpa sebab. Namun, tak semua orang menyadari kapan stres biasa berubah menjadi stres berlebih kondisi yang diam-diam bisa menggerogoti kesehatan tubuh dan mental.
Menurut American Psychological Association (APA), stres merupakan respons fisik dan emosional terhadap tekanan atau tantangan tertentu. Tubuh akan bereaksi lewat berbagai cara, seperti jantung berdebar, otot tegang, hingga sulit tidur.
Tapi, jika kondisi ini terus berlangsung tanpa jeda, stres dapat berkembang menjadi stres kronis bentuk stres yang terjadi berkepanjangan dan memengaruhi fungsi tubuh secara keseluruhan.
Lantas, bagaimana mengenali sinyalnya? Berikut sembilan tanda stres berlebih yang sering luput disadari, seperti dilansir dari Very Well Health.
1. Tidur Tidak Nyenyak
Salah satu dampak paling umum dari stres berlebih adalah gangguan tidur. Seseorang bisa mengalami insomnia hingga berhari-hari, merasa sulit tertidur, atau terbangun di tengah malam tanpa sebab.
Penelitian menunjukkan bahwa perempuan dan mereka yang memiliki riwayat insomnia dalam keluarga lebih rentan mengalaminya.
2. Cemas dan Mudah Tersinggung
Stres kronis dapat memicu kecemasan berkepanjangan, bahkan membuat seseorang mudah marah atau tersinggung oleh hal-hal kecil. Kurang tidur hanya akan memperparah kondisi ini, menciptakan lingkaran yang sulit diputus.
3. Sakit Kepala Tanpa Sebab Jelas
Rasa tegang di kepala atau migrain juga bisa menjadi sinyal tubuh sedang menanggung tekanan berlebih. Penderita migrain sering melaporkan gejala yang lebih intens saat mereka berada dalam situasi stres tinggi.
4. Gangguan Pencernaan
Stres tidak hanya menyerang pikiran, tapi juga sistem pencernaan. Kondisi seperti kram perut, mual, hingga sindrom iritasi usus besar (IBS) dapat muncul saat stres mengganggu keseimbangan mikroba di usus. Jika keluhan ini terjadi berulang, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
5. Jantung Berdebar
Pernah merasa jantung berdetak lebih cepat ketika panik? Itu salah satu respons alami tubuh terhadap stres. Menariknya, studi menunjukkan bahwa kadang perasaan “berdebar” itu hanyalah efek persepsi, bukan peningkatan detak jantung yang nyata. Namun, stres berlebih tetap bisa berdampak negatif terhadap kesehatan jantung jika berlangsung lama.
6. Masalah Kulit
Jerawat yang muncul tiba-tiba tanpa perubahan produk perawatan? Bisa jadi akibat stres. Hormon stres memicu peradangan dan produksi minyak berlebih di kulit, yang memperparah jerawat.
Para ahli menyarankan untuk menangani stres dari dua sisi: perawatan kulit dan kesehatan mental.
7. Imun Tubuh Menurun
Saat stres, sistem kekebalan tubuh melemah. Tubuh menjadi lebih mudah terserang flu atau infeksi ringan lainnya. “Secara simbolis, tubuh seperti sedang meminta Anda untuk melambat,” tulis laporan Very Well Health.
8. Nyeri Kronis
Penelitian menunjukkan 20–30% orang dewasa mengalami nyeri kronis yang berhubungan dengan stres atau gangguan psikologis seperti depresi dan PTSD. Nyeri bisa muncul di punggung, bahu, leher, atau kepala, dan seringkali menetap tanpa sebab medis yang jelas.
9. Gairah Seks Menurun
Kadar hormon stres seperti kortisol dan epinefrin yang terus meningkat membuat tubuh “menguras” hormon seks. Akibatnya, seseorang bisa kehilangan minat terhadap aktivitas intim — yang juga dapat berdampak pada hubungan romantis.
Stres memang tidak bisa dihindari, tapi bisa dikelola. Langkah kecil seperti mengatur napas, berolahraga ringan, tidur cukup, atau berbicara dengan profesional kesehatan mental dapat membantu tubuh kembali seimbang. Karena pada akhirnya, mengenali tanda-tandanya lebih awal adalah langkah pertama menuju hidup yang lebih tenang dan sehat.***
Editor : Syafira
Sumber : CNBCIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































