TIMETODAY.ID, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku tidak mempermasalahkan keputusan grup K-Pop BTS yang memilih menggelar konser di Gelora Bung Karno (GBK) dibandingkan Jakarta International Stadium (JIS). Baginya, lokasi konser bukan lagi persoalan selama acara tersebut tetap berlangsung di Jakarta dan memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
Pernyataan itu disampaikan Pramono saat meresmikan Stasiun KRL JIS di Jakarta Utara, Senin (22/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menegaskan harapannya agar JIS dapat dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai kegiatan berskala besar.
Menurut Pramono, sejak awal dirinya memang ingin mendorong penggunaan JIS sebagai venue berbagai acara internasional, termasuk konser musik. Karena itu, ketika muncul kabar BTS akan kembali menyapa penggemarnya di Indonesia, ia sempat berupaya agar stadion kebanggaan Jakarta Utara tersebut menjadi lokasi penyelenggaraan.
Meski demikian, ia mengakui bahwa mayoritas penggemar BTS atau ARMY lebih menginginkan konser berlangsung di kawasan GBK yang sudah lama dikenal sebagai lokasi konser musik berskala besar.
“Saya memang berharap JIS bisa semakin ramai digunakan. Waktu ada rencana konser BTS, saya sempat mencoba mendorong agar bisa digelar di sini,” ujar Pramono.
Pramono bahkan mengungkapkan bahwa anaknya sempat mengingatkan agar dirinya tidak terlalu ikut campur dalam urusan pemilihan lokasi konser BTS. Menurut sang anak, sebagian besar ARMY sudah memiliki preferensi kuat terhadap GBK sebagai tempat konser grup asal Korea Selatan tersebut.
Namun kini, ia menilai keputusan penyelenggara memilih GBK tidak menjadi masalah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap memperoleh manfaat ekonomi dari penyelenggaraan konser, termasuk dari sektor pajak dan aktivitas ekonomi yang tercipta selama acara berlangsung.
“Baik di GBK maupun di JIS, yang penting acara digelar di Jakarta. Dampaknya tetap positif bagi daerah,” kata Pramono.
Ia juga menyambut baik kabar bertambahnya jadwal konser BTS di Jakarta. Jika sebelumnya hanya direncanakan berlangsung selama dua hari, kini konser disebut akan digelar selama tiga hari, yakni pada 26, 27, dan 29 Desember 2026.
Menurut Pramono, tingginya antusiasme penggemar menjadi salah satu faktor yang mendorong penambahan jadwal tersebut. Ia mengapresiasi semangat para ARMY yang disebut memberikan respons luar biasa sejak penjualan tiket diumumkan.
Dengan bertambahnya jumlah hari konser, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap dampak ekonomi yang dihasilkan juga semakin besar, mulai dari sektor transportasi, perhotelan, kuliner, hingga penerimaan daerah dari berbagai aktivitas pendukung lainnya.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































