Lurah Pabuaran Kecewa, Penataan Stasiun Cibinong Minim Komunikasi

Lurah Pabuaran
Lurah Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Rodi Kurniadi. FOTO : TIMETODAY.ID/AMELIA AZIZAH.

TIMETODAY.ID, BOGORLurah Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Rodi Kurniadi, menyatakan kecewa terhadap minimnya komunikasi PT Railways Asset Management (PT RAM) dalam rencana penataan kawasan Stasiun Cibinong. Rencana itu berdampak pada puluhan pedagang yang selama ini berjualan di sekitar kawasan stasiun.

Rodi mengatakan, sejauh ini pihak kelurahan hanya menerima tembusan surat pemberitahuan dari PT RAM, pihak yang akan melaksanakan penataan. PT RAM baru muncul belakangan tanpa disertai sosialisasi yang jelas kepada masyarakat terdampak. Hingga kini, belum ada pertemuan resmi yang mempertemukan pengelola dengan pedagang, warga, maupun unsur pemerintah setempat untuk membahas rencana penataan tersebut.

“Awalnya hanya ada surat. Orang yang bertanggung jawab atau pihak yang akan melakukan penataan tidak pernah datang menjelaskan secara resmi,” kata Rodi saat ditemui di kantornya, Senin (22/6/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini, Senin 15 April 2024

Akibat minimnya komunikasi itu, keresahan muncul di kalangan pedagang karena belum ada kejelasan soal rencana pengosongan lahan dan solusi bagi mereka yang selama ini menggantungkan hidup di kawasan tersebut.

“Iya, kecewa pasti ada. Dia (pengelola) sudah mendahului tanpa adanya konfirmasi. Komunikasi itu harusnya lebih awal. Pedagang perlu tahu mereka nanti jualan di mana, pengelola parkir juga harus tahu bagaimana nasib usahanya,” ujarnya.

Rodi menilai, penataan kawasan stasiun pada dasarnya merupakan langkah positif apabila dilakukan secara terencana dan melibatkan seluruh pihak terdampak. Namun, ia menegaskan, komunikasi harus menjadi prioritas utama agar tidak memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Polisi Sita 15,5 Kilogram Ganja Kiriman Aceh, Empat Tersangka Diamankan

“Masyarakat tidak mengklaim lahan itu milik mereka. Tapi mereka sudah puluhan tahun mencari nafkah di sana. Karena itu perlu duduk bersama mencari jalan tengah terbaik,” katanya.

Tak hanya menyangkut nasib pedagang, Rodi juga menyoroti rencana perubahan akses keluar masuk kawasan stasiun yang menurutnya perlu dikaji secara matang. Ia khawatir kebijakan tersebut justru menimbulkan persoalan baru, terutama kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi.

“Kalau penataan dilakukan dengan baik, tentu semua mendukung. Tapi warga harus diberi informasi yang jelas terlebih dahulu agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak PT RAM belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan pedagang maupun pernyataan yang disampaikan Pemerintah Kelurahan Pabuaran.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel