Alasan Letak Kancing Baju Wanita dan Pria Berbeda, Ternyata Berawal dari Bangsawan

kancing
ilustrasi mengancing baju. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Banyak orang baru menyadari bahwa posisi kancing pada baju pria dan wanita ternyata tidak sama. Perbedaan kecil yang sering luput dari perhatian ini biasanya baru terasa ketika seseorang tanpa sengaja mengenakan pakaian milik pasangan, saudara, atau anggota keluarga yang berbeda jenis kelamin.

Meski terlihat sepele, posisi kancing yang berbeda tersebut bukanlah keputusan desain tanpa alasan. Tradisi ini telah bertahan selama berabad-abad dan memiliki akar sejarah yang cukup panjang, mulai dari kebiasaan kaum bangsawan Eropa hingga perkembangan industri pakaian modern.

Hingga saat ini, sebagian besar produsen fesyen masih mempertahankan standar tersebut, meskipun tren pakaian unisex semakin berkembang.

Advertisement

Berawal dari Masa Sebelum Produksi Massal

Pada masa lampau, belum ada aturan baku mengenai posisi kancing pakaian. Sebagian besar busana dibuat secara khusus sesuai pesanan sehingga penempatan kancing dapat berbeda-beda tergantung pembuatnya.

Standarisasi baru mulai muncul ketika industri pakaian memasuki era produksi massal pada akhir abad ke-19. Sejak saat itu, posisi kancing untuk pakaian pria dan wanita mulai dibedakan secara konsisten dan diterapkan secara luas.

Pakaian Pria Dirancang Lebih Praktis

Salah satu teori yang paling sering dikaitkan dengan perbedaan ini berkaitan dengan faktor kepraktisan. Karena mayoritas orang menggunakan tangan kanan sebagai tangan dominan, pakaian pria dibuat dengan bukaan di sisi yang memudahkan proses membuka dan menutup kancing.

Baca Juga :  5 Manfaat Kopi Untuk Kesehatan Rambut, Salah Satunya Mengurangi Uban

Pada masa lalu, pria juga kerap membawa senjata atau perlengkapan yang harus diakses dengan cepat. Posisi kancing di sisi kanan dianggap lebih mendukung mobilitas dan mempermudah penggunaan tangan dominan saat berpakaian.

Pengaruh Kehidupan Bangsawan Eropa

Teori yang paling banyak diterima para sejarawan fesyen berasal dari kebiasaan kalangan bangsawan Eropa pada abad ke-17 hingga ke-18.

Saat itu, perempuan dari keluarga aristokrat umumnya tidak berpakaian sendiri. Mereka dibantu oleh pelayan pribadi yang bertugas mengenakan serta mengancingkan pakaian.

Karena pelayan berdiri menghadap majikannya, posisi kancing di sisi kiri dinilai lebih memudahkan proses mengancingkan pakaian menggunakan tangan kanan. Kebiasaan inilah yang kemudian diwariskan dan terus dipertahankan hingga sekarang.

Busana Wanita Dulu Lebih Rumit

Pada masa yang sama, pakaian wanita juga memiliki desain yang jauh lebih kompleks dibandingkan pakaian pria. Busana perempuan umumnya terdiri dari beberapa lapisan, mulai dari korset, rok bertumpuk, hingga berbagai aksesori yang membutuhkan bantuan saat dikenakan.

Kondisi tersebut membuat desain pakaian, termasuk posisi kancing, disesuaikan dengan kebutuhan para pelayan yang membantu proses berpakaian.

Dikaitkan dengan Tradisi Berkuda

Ada pula teori yang menghubungkan posisi kancing dengan kebiasaan perempuan bangsawan menunggang kuda menggunakan teknik sidesaddle, yaitu duduk dengan kedua kaki berada di satu sisi pelana.

Beberapa sejarawan berpendapat bahwa arah angin saat berkuda berpotensi membuat pakaian lebih mudah terbuka jika posisi kancing dibuat sama seperti pakaian pria. Karena alasan itulah posisi kancing diduga diubah untuk memberikan perlindungan lebih baik.

Baca Juga :  Resep Mango Sago: Hidangan Manis dan Segar untuk Buka Puasa

Legenda yang Melibatkan Napoleon

Teori lain yang cukup populer mengaitkan perbedaan tersebut dengan tokoh militer Prancis, Napoleon Bonaparte.

Konon, Napoleon sering digambarkan berpose dengan tangan kanan terselip di balik jasnya. Menurut cerita yang beredar, ia tidak menyukai perempuan yang meniru pose tersebut sehingga memerintahkan agar posisi kancing pakaian wanita dibuat berbeda.

Meski menarik, sebagian besar sejarawan menganggap kisah ini lebih dekat dengan legenda daripada fakta sejarah yang dapat dibuktikan.

Bertahan Karena Standar Industri

Ketika Revolusi Industri mendorong produksi pakaian dalam jumlah besar, pabrik-pabrik membutuhkan standar yang seragam untuk mempermudah proses manufaktur.

Posisi kancing yang sudah lebih dulu berkembang akhirnya diadopsi sebagai standar industri dan terus digunakan hingga sekarang. Kebiasaan tersebut kemudian menjadi bagian dari identitas pakaian pria dan wanita di berbagai belahan dunia.

Pada akhirnya, perbedaan letak kancing baju pria dan wanita bukan hanya soal estetika. Di balik detail kecil tersebut tersimpan jejak sejarah panjang yang dipengaruhi budaya, kebiasaan sosial, hingga perkembangan industri fesyen modern. Meski zaman telah berubah, tradisi itu masih bertahan dan menjadi salah satu fakta menarik yang jarang disadari banyak orang.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel