MotoGP Tak Lagi Sama, Pedro Acosta Nilai Faktor Motor Kini Sangat Menentukan

motogp
motogp. Foto: Getty Images/Gold & Goose Photography

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Dunia MotoGP dinilai mengalami perubahan besar dalam satu dekade terakhir. Jika dahulu kemampuan pebalap menjadi faktor utama penentu kemenangan, kini peran teknologi motor dan tim teknis dianggap semakin dominan.

Pandangan tersebut disampaikan pebalap muda KTM, Pedro Acosta. Menurutnya, MotoGP modern telah berkembang menjadi ajang yang sangat bergantung pada aspek teknis, sehingga kemampuan individu pebalap tidak lagi menjadi satu-satunya faktor yang menentukan hasil balapan.

Acosta menilai kondisi saat ini berbeda jauh dibandingkan era sebelumnya. Pada masa lalu, seorang pebalap berbakat masih memiliki peluang meraih kemenangan meski tidak mengendarai motor terbaik di grid.

Advertisement

“Olahraga ini semakin menjadi olahraga para insinyur. Sepuluh tahun yang lalu, Anda tidak membutuhkan motor terbaik untuk menang. Itulah mengapa, kita melihat pertarungan antara Honda dan Yamaha,” ujar Acosta, dikutip dari Motosan, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, meski saat itu Honda dan Yamaha sama-sama menjadi motor unggulan, masing-masing memiliki karakter berbeda yang bisa tampil lebih kompetitif di sirkuit tertentu.

Baca Juga :  Honda Bisa Bangkit? Zarco Optimis Hadapi Perombakan MotoGP 2027

“Memang benar mereka adalah dua motor terbaik di kompetisi, namun yang satu akan berkinerja lebih baik di satu trek dan yang lain di trek berbeda,” lanjutnya.

Motor dan Teknisi Kini Jadi Faktor Penentu

Acosta melihat persaingan MotoGP saat ini semakin bergantung pada kualitas motor serta kemampuan para insinyur dalam mengembangkan teknologi balap. Akibatnya, pebalap yang memiliki kemampuan tinggi pun akan kesulitan bersaing jika tidak didukung paket motor yang kompetitif.

Menurut rider asal Spanyol itu, situasi tersebut membuat MotoGP perlahan mendekati karakter kompetisi Formula 1 yang dikenal sangat bergantung pada keunggulan teknologi.

“Sekarang sangat sulit berada di depan dalam balapan apa pun tanpa senjata yang tepat. Kita harus mengakui itu. Pada akhirnya, saya pikir Formula 1 lebih buruk, namun (MotoGP) lama-lama juga bergerak ke arah sana,” tuturnya.

Ketergantungan pada Teknologi Semakin Besar

Tak hanya soal performa mesin, Acosta juga menyoroti kompleksitas perangkat elektronik yang kini digunakan pada motor MotoGP modern. Menurutnya, teknologi yang semakin canggih membuat pebalap harus bergantung pada banyak sistem yang terkadang berada di luar kendali mereka.

Baca Juga :  4 Motor Listrik VinFast Segera Mengaspal di Indonesia, Ini Bocorannya

Jika salah satu perangkat tidak bekerja optimal, performa motor bisa langsung terpengaruh selama balapan berlangsung.

“Sekarang kita memiliki motor yang sangat canggih secara teknologi: jika perangkat belakang tidak berfungsi dengan baik, Anda akan terjebak. Ada banyak hal di luar kendali para pebalap,” ungkapnya.

Meski demikian, Acosta tetap menilai kemampuan pebalap masih memiliki peran penting. Hanya saja, untuk tampil kompetitif di era MotoGP modern, seorang rider harus berani mengambil risiko lebih besar dibandingkan sebelumnya.

“Saya pikir siapa pun yang berprestasi dengan motor modern melakukannya karena risiko ekstra yang harus mereka ambil,” kata Acosta.

Pernyataan pebalap berusia 22 tahun itu kembali memunculkan diskusi mengenai arah perkembangan MotoGP. Di tengah kemajuan teknologi yang terus melaju, perdebatan tentang seberapa besar peran kemampuan pebalap dibandingkan keunggulan teknis motor masih menjadi topik menarik di dunia balap motor.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel