Survei Internasional Bongkar Negara-Negara dengan Warga Paling Emosional

negara
ilustrasi pemarah. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Emosi marah ternyata tidak hanya menjadi pengalaman individu, tetapi juga dapat mencerminkan kondisi sosial sebuah negara. Temuan terbaru dari laporan Global Emotions Report 2025 yang dirilis Gallup menunjukkan bahwa sekitar 20 persen penduduk dunia mengaku merasakan kemarahan dalam sehari terakhir.

Survei tersebut dilakukan terhadap warga berusia 15 tahun ke atas di 144 negara dan wilayah. Dari hasil wawancara itu, Gallup menyusun daftar negara dengan tingkat kemarahan tertinggi berdasarkan persentase responden yang mengaku mengalami emosi tersebut dalam 24 jam sebelum survei dilakukan.

Chad Puncaki Daftar

Chad menempati posisi pertama sebagai negara dengan tingkat kemarahan tertinggi. Sebanyak 47 persen responden di negara Afrika Tengah tersebut mengaku merasakan kemarahan dalam keseharian mereka.

Advertisement

Di bawah Chad, sejumlah negara lain juga mencatat angka yang cukup tinggi, termasuk beberapa kawasan yang tengah menghadapi konflik berkepanjangan maupun tekanan ekonomi dan politik.

Berikut daftar 10 negara dengan tingkat kemarahan tertinggi berdasarkan survei Gallup:

  1. Chad – 47 persen
  2. Yordania – 46 persen
  3. Armenia – 43 persen
  4. Irak – 40 persen
  5. Sierra Leone – 40 persen
  6. Guinea – 39 persen
  7. Republik Demokratik Kongo – 38 persen
  8. Palestina – 38 persen
  9. Iran – 37 persen
  10. Maroko – 37 persen
Baca Juga :  LKS dan KND Perbarui Biodata Penyandang Disabilitas di Kabupaten Bogor

Sebagai perbandingan, Mauritius tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat kemarahan terendah di Afrika, dengan hanya sekitar 8 persen responden yang mengaku merasakan emosi tersebut.

Konflik dan Ketidakpastian Memicu Tekanan Emosional

Tingginya tingkat kemarahan di sejumlah negara tidak semata-mata berkaitan dengan karakter masyarakatnya. Para peneliti menilai kondisi sosial, ekonomi, dan politik memiliki pengaruh besar terhadap emosi kolektif suatu bangsa.

Negara-negara yang berada di peringkat atas umumnya menghadapi tantangan berat, mulai dari konflik bersenjata, ketidakstabilan pemerintahan, krisis ekonomi, hingga persoalan kemanusiaan yang berlangsung dalam waktu lama.

Republik Demokratik Kongo, misalnya, masih bergulat dengan konflik yang menyebabkan jutaan warga terdampak pengungsian, kelangkaan pangan, dan kesulitan ekonomi. Situasi tersebut menciptakan tekanan psikologis yang besar bagi masyarakat.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Koper, Ini Aturan Barang Bawaan Jemaah Haji yang Wajib Dipatuhi

Irak juga masih menghadapi dampak berkepanjangan dari konflik dan instabilitas yang berlangsung selama lebih dari dua dekade. Sementara itu, Palestina terus berhadapan dengan berbagai tantangan akibat konflik yang belum menemukan penyelesaian permanen.

Cerminan Kondisi Sosial Masyarakat

Para pengamat menilai tingkat kemarahan yang tinggi sering kali muncul sebagai respons terhadap tekanan hidup yang terus-menerus. Ketika masyarakat menghadapi ketidakpastian ekonomi, keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar, atau konflik berkepanjangan, perasaan frustrasi dan marah menjadi lebih mudah muncul.

Karena itu, daftar negara paling mudah marah di dunia tidak dapat dipahami hanya sebagai persoalan emosi semata. Angka-angka tersebut juga menggambarkan realitas sosial yang sedang dihadapi masyarakat di berbagai belahan dunia.

Laporan ini menunjukkan bahwa kondisi kehidupan sehari-hari, mulai dari keamanan, stabilitas ekonomi, hingga situasi politik, memiliki pengaruh besar terhadap kesejahteraan emosional suatu bangsa.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel