TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bagi penderita maag maupun GERD, memilih minuman tidak bisa dilakukan sembarangan. Meski dikenal menyehatkan, beberapa jenis jus buah ternyata memiliki kandungan asam yang cukup tinggi dan berpotensi memicu naiknya asam lambung.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan berbagai keluhan, mulai dari nyeri ulu hati, sensasi terbakar di dada (heartburn), mual, hingga rasa tidak nyaman di perut. Karena itu, penting untuk mengetahui jenis jus yang sebaiknya dibatasi atau dihindari.
Jus yang Sebaiknya Dihindari Penderita Asam Lambung
1. Jus Jeruk
Jus jeruk mengandung asam sitrat yang cukup tinggi. Kandungan ini dapat merangsang produksi asam lambung dan mengiritasi lapisan lambung pada sebagian orang.
Jika dikonsumsi berlebihan, terutama saat perut kosong, jus jeruk berpotensi memicu nyeri lambung, mual, hingga sensasi panas di dada.
2. Jus Lemon
Meski sering dianggap sebagai minuman sehat, jus lemon memiliki tingkat keasaman yang sangat tinggi.
Minuman ini dapat memicu refluks asam dengan membuat katup antara lambung dan kerongkongan lebih mudah terbuka. Akibatnya, asam lambung bisa naik dan menimbulkan rasa terbakar di dada maupun tenggorokan.
3. Jus Stroberi
Stroberi memang kaya vitamin C dan antioksidan. Namun, buah ini juga mengandung asam alami yang dapat memicu iritasi lambung pada sebagian penderita asam lambung.
Risiko tersebut meningkat apabila jus stroberi dikonsumsi tanpa campuran bahan lain yang lebih netral.
4. Jus Tomat
Tomat termasuk buah dengan kadar asam yang relatif tinggi sehingga kerap menjadi pemicu gejala GERD.
Konsumsi jus tomat dapat meningkatkan risiko munculnya refluks, rasa asam di mulut, serta sensasi panas pada area dada dan ulu hati.
5. Jus Nanas
Nanas mengandung kombinasi asam alami dan enzim bromelain yang dapat memengaruhi saluran pencernaan.
Pada sebagian orang, terutama penderita maag dan GERD, jus nanas dapat memperparah gejala jika diminum dalam jumlah banyak atau saat perut kosong.
6. Jus Mangga Muda
Rasa asam yang khas pada mangga muda berasal dari kandungan asam organik yang cukup tinggi.
Karena itu, jus mangga muda berpotensi meningkatkan produksi asam lambung dan memicu keluhan seperti perut perih, nyeri ulu hati, serta sensasi terbakar di dada.
7. Jus Apel Hijau
Dibandingkan apel merah, apel hijau memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi.
Meski tetap kaya nutrisi, konsumsi jus apel hijau berlebihan dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada lambung yang sensitif dan memperburuk gejala asam lambung.
Pilihan Jus yang Lebih Ramah untuk Lambung
Meski ada sejumlah jus yang perlu dihindari, penderita asam lambung tetap bisa menikmati minuman segar dari beberapa buah dengan tingkat keasaman rendah.
Jus Apel Merah
Apel merah memiliki rasa lebih manis dan kandungan asam yang lebih rendah dibanding apel hijau sehingga cenderung lebih aman bagi lambung.
Jus Semangka
Kandungan air yang tinggi dan tingkat keasaman yang rendah membuat jus semangka menjadi salah satu pilihan yang relatif aman untuk penderita GERD.
Jus Pir
Pir dikenal sebagai buah rendah asam yang mudah dicerna dan tidak banyak memicu produksi asam lambung berlebih.
Jus Pisang
Pisang matang memiliki tekstur lembut serta kandungan asam yang rendah. Buah ini juga dipercaya dapat membantu melapisi dinding lambung sehingga memberikan rasa nyaman pada saluran pencernaan.
Jus Wortel
Selain kaya vitamin A dan antioksidan, wortel memiliki tingkat keasaman yang rendah sehingga lebih bersahabat bagi penderita maag maupun GERD.
Kenali Tanda dan Jaga Pola Makan
Meski beberapa jus tergolong lebih aman, respons tubuh setiap orang bisa berbeda. Karena itu, penderita asam lambung disarankan mengonsumsi jus dalam porsi kecil terlebih dahulu untuk melihat reaksi tubuh.
Selain memperhatikan jenis minuman, menjaga pola makan juga menjadi kunci penting untuk mencegah asam lambung kambuh. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain makan dalam porsi kecil namun lebih sering, menghindari makanan pedas dan berlemak, tidak langsung berbaring setelah makan, serta membatasi konsumsi kafein dan minuman bersoda.
Jika gejala asam lambung tetap sering muncul meski sudah mengatur pola makan dan menghindari minuman pemicu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































