Di Balik Tren Tooth Gem yang Memikat, Ada Kesehatan Gigi yang Harus Dijaga

Gigi
Ilustrasi tooth gem. Foto: magnific.com

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kilauan kecil di permukaan gigi kini menjadi salah satu tren kecantikan yang banyak diminati, terutama di kalangan anak muda. Aksesori yang dikenal sebagai tooth gem ini dinilai mampu memberikan sentuhan unik pada senyum dan menambah kesan modis bagi penggunanya.

Namun di balik tampilannya yang menarik, para dokter gigi mengingatkan adanya risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan, terutama jika pemasangan dilakukan sendiri di rumah menggunakan paket do-it-yourself (DIY) yang banyak dijual secara bebas.

Menurut praktisi kesehatan gigi, masalah utama bukan terletak pada perhiasannya, melainkan pada prosedur pemasangan yang tidak sesuai standar medis. Kesalahan dalam proses pemasangan berpotensi menimbulkan kerusakan permanen pada gigi maupun jaringan mulut.

Advertisement

Pemeriksaan Kondisi Gigi Jadi Langkah Awal

Sebelum memasang tooth gem, dokter gigi biasanya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi rongga mulut dalam keadaan sehat. Langkah ini penting agar aksesori tidak ditempel pada gigi yang mengalami kerusakan, seperti karies atau lubang yang belum ditangani.

Pemeriksaan tersebut juga membantu menentukan apakah pemasangan aman dilakukan tanpa mengganggu kesehatan gigi dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Menguak Sejarah Jumat Agung, Jejak Awal Peringatan Wafat Isa Almasih

Pemasangan Profesional Kurangi Risiko

Selain memperhatikan kondisi gigi, tenaga medis memiliki teknik khusus dalam menentukan lokasi pemasangan yang tepat. Posisi aksesori akan disesuaikan agar tidak mengganggu fungsi mulut saat berbicara maupun mengunyah.

Prosedur yang dilakukan secara profesional juga membantu mengurangi risiko iritasi pada bibir dan gusi, sekaligus mencegah penumpukan plak yang dapat memicu masalah kesehatan gigi.

Waspadai Penggunaan Perekat Berbahaya

Salah satu risiko terbesar dari pemasangan mandiri adalah penggunaan bahan perekat yang tidak aman. Dokter gigi menggunakan material khusus yang telah dirancang untuk kebutuhan medis di dalam rongga mulut.

Sebaliknya, beberapa paket DIY dilaporkan menggunakan bahan seperti lem instan atau perekat yang sebenarnya tidak diperuntukkan bagi jaringan mulut. Penggunaan bahan tersebut dapat memicu iritasi, keracunan, hingga kerusakan pada lapisan gigi.

Bisa Menjadi Tempat Berkumpulnya Plak

Aksesori yang ditempel pada permukaan gigi berpotensi menjadi tempat menempelnya sisa makanan dan plak. Jika pemasangannya tidak tepat atau kebersihannya kurang terjaga, risiko gigi berlubang dan kerusakan enamel dapat meningkat.

Baca Juga :  Manfaat Tersembunyi Obat Kumur, dari Cegah Plak hingga Lindungi Gigi

Karena itu, perawatan kebersihan mulut menjadi faktor penting bagi pengguna tooth gem agar tidak menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari.

Posisi yang Salah Dapat Memicu Iritasi

Penempatan tooth gem ternyata tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Jika dipasang pada area yang kurang tepat, aksesori tersebut dapat terus bergesekan dengan bagian dalam bibir saat seseorang berbicara atau mengunyah makanan.

Kondisi tersebut berisiko menyebabkan luka, sariawan berulang, hingga peradangan pada gusi yang dikenal sebagai gingivitis.

Utamakan Keamanan daripada Tren

Meski tren tooth gem semakin populer di media sosial dan dunia kecantikan, para ahli kesehatan gigi mengingatkan pentingnya mengutamakan aspek keamanan. Bagi mereka yang ingin mencoba tren ini, pemasangan oleh dokter gigi menjadi pilihan yang jauh lebih aman dibandingkan melakukannya sendiri.

Dengan prosedur yang tepat dan pengawasan tenaga profesional, risiko kerusakan gigi dapat diminimalkan sehingga tampilan estetik tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan mulut.***

Editor : Syafira

Sumber : Okezone.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel