Doa Minum Susu 1 Muharram yang Banyak Diamalkan Umat Muslim

1 Muharram
ilustrasi menuang susu. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram, banyak umat Muslim mencari amalan yang dapat dilakukan untuk menyambut pergantian tahun Hijriah. Salah satu yang cukup populer adalah tradisi minum susu putih sambil memanjatkan doa keberkahan.

Tradisi ini dikenal luas di kalangan ulama dan masyarakat Arab Saudi, khususnya di Makkah. Meski demikian, para ulama menegaskan bahwa minum susu pada 1 Muharram bukan termasuk sunnah khusus yang diajarkan Rasulullah SAW, melainkan bentuk pengharapan akan kebaikan di tahun yang baru.

Doa Sebelum Minum Susu

Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah SAW mengajarkan doa ketika mengonsumsi susu. Doa tersebut berisi permohonan agar Allah SWT memberikan keberkahan dan tambahan rezeki kepada hamba-Nya.

Advertisement

Berikut bacaan doa sebelum minum susu:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَزِدْنَا مِنْهُ

Allâhumma bârik lanâ fîmâ razaqtanâ wazidnâ minhu.

Artinya:

“Ya Allah, berkahilah kami pada rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan tambahkanlah karunia-Mu kepada kami.”

Doa Setelah Minum Susu

Selain doa sebelum minum, terdapat pula doa yang dianjurkan setelah mengonsumsi susu sebagaimana disebutkan dalam sejumlah hadis.

Baca Juga :  Jaga Kesehatan Rambut dengan 5 Sumber Magnesium Alami Ini

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ، وَزِدْنَا مِنْهُ فَإِنَّهُ لَيْسَ شَيْءٌ يُجْزِئُ مِنَ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ غَيْرَ اللَّبَنِ

Allahumma barik lana fihi, wazidna minhu fa’innahu laysa syai’un yujzi’u minath-tha’ami wasy-syarabi ghairal laban.

Artinya:

“Ya Allah, berkahilah kami pada susu ini dan tambahkanlah karunia-Mu kepada kami, karena tidak ada sesuatu yang dapat menggantikan makanan dan minuman sekaligus selain susu.”

Doa tersebut diriwayatkan dalam hadis yang tercantum dalam riwayat Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi.

Berasal dari Tradisi Ulama Makkah

Tradisi minum susu putih pada 1 Muharram telah lama dikenal di Arab Saudi. Menurut sejumlah catatan ulama, masyarakat setempat mengawali tahun baru Hijriah dengan meminum susu sebagai simbol kesucian hati dan harapan agar perjalanan hidup selama setahun ke depan dipenuhi kebaikan.

Warna putih pada susu dimaknai sebagai lambang kebersihan jiwa dan ketulusan. Sementara pada siang hari, sebagian masyarakat juga mengonsumsi minuman berwarna hijau, seperti teh herbal yang dicampur madu, sebagai simbol keberkahan dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga :  Di Panggung PBB, Menlu Arab Saudi Desak Dunia Akhiri Aneksasi Israel

Tradisi tersebut juga pernah dilakukan oleh ulama Makkah terkemuka, Almarhum Abuya As Sayyid Muhammad bin Alawy Al Maliki. Beliau dikenal membagikan susu kepada para santrinya setiap memasuki 1 Muharram sebagai bentuk tafa’ul atau pengharapan terhadap datangnya kebaikan.

Bukan Sunnah Khusus 1 Muharram

Meski cukup populer, para ulama mengingatkan bahwa tidak terdapat dalil khusus yang memerintahkan umat Islam meminum susu pada tanggal 1 Muharram. Karena itu, tradisi tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai sunnah Rasulullah SAW.

Minum susu pada awal tahun Hijriah lebih dipahami sebagai kebiasaan baik yang mengandung makna simbolis dan doa, selama tidak diyakini sebagai ibadah yang memiliki keutamaan khusus yang diwajibkan dalam agama.

Dengan demikian, umat Islam boleh menjalankan tradisi tersebut sebagai bentuk harapan dan doa menyambut tahun baru Islam, sembari tetap memahami bahwa amalan tersebut merupakan tradisi yang berkembang di kalangan ulama, bukan syariat khusus yang diperintahkan Nabi Muhammad SAW.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel