TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kemunculan uban kini tidak lagi menjadi tanda yang identik dengan pertambahan usia. Jika dulu rambut berwarna putih atau abu-abu umumnya ditemukan pada orang lanjut usia, kini fenomena uban dini semakin banyak dialami oleh kalangan muda, bahkan mereka yang baru memasuki usia 20-an.
Di media sosial, tidak sedikit generasi milenial maupun Gen Z yang membagikan pengalaman menemukan uban pertama mereka saat masih berada di bangku kuliah atau awal karier. Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan: mengapa uban bisa datang lebih cepat?
Para ahli menyebut bahwa proses memutihnya rambut tidak hanya dipengaruhi faktor usia. Beragam faktor mulai dari genetik hingga kondisi kesehatan tertentu dapat berperan dalam munculnya uban dini.
Uban Umumnya Muncul di Usia 30-an
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology pada 2021 menyebutkan bahwa uban biasanya mulai muncul pada usia pertengahan 30-an pada kelompok ras Kaukasia, akhir 30-an pada masyarakat Asia, dan sekitar usia 40 tahun pada populasi Afrika.
Namun dalam praktiknya, banyak orang yang mengalami perubahan warna rambut jauh lebih awal, bahkan sejak usia remaja hingga awal 20-an.
1. Faktor Keturunan Berperan Besar
Salah satu penyebab paling umum dari uban dini adalah faktor genetik. Jika orang tua atau anggota keluarga mengalami uban pada usia muda, kemungkinan besar kondisi serupa juga dapat terjadi pada generasi berikutnya.
Para peneliti menemukan adanya keterkaitan dengan gen IRF4 yang berperan dalam proses produksi melanin, pigmen yang memberikan warna pada rambut. Variasi tertentu pada gen ini dapat membuat kemampuan rambut mempertahankan pigmennya menurun lebih cepat.
2. Stres Bisa Mempercepat Munculnya Uban
Tekanan psikologis yang berkepanjangan juga dikaitkan dengan kemunculan uban lebih dini. Selain memengaruhi kesehatan mental, stres dapat berdampak pada berbagai fungsi tubuh, termasuk kesehatan rambut.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature menemukan bahwa stres dapat memicu pelepasan hormon tertentu yang menyebabkan sel punca pembentuk pigmen rambut bekerja secara berlebihan hingga akhirnya habis. Ketika sel tersebut berkurang, rambut baru tumbuh tanpa pigmen dan tampak berwarna putih atau abu-abu.
3. Kekurangan Mineral Penting
Selain genetik dan stres, keseimbangan nutrisi juga memainkan peran penting dalam menjaga warna alami rambut.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar mineral tertentu seperti tembaga, zat besi, dan seng berhubungan dengan proses pembentukan melanin. Kekurangan mineral-mineral tersebut dapat mengganggu produksi pigmen sehingga meningkatkan risiko munculnya uban.
Penelitian dari Isfahan University of Medical Sciences bahkan menemukan bahwa individu dengan uban dini cenderung memiliki kadar tembaga yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak mengalami kondisi tersebut.
Dokter spesialis dermatologi juga mencatat bahwa uban dini cukup sering ditemukan pada pasien yang mengalami anemia akibat kekurangan zat besi.
4. Bisa Menjadi Tanda Kondisi Kesehatan Tertentu
Dalam beberapa kasus, uban yang muncul terlalu cepat juga dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu. Beberapa di antaranya adalah kekurangan vitamin B12, gangguan kelenjar tiroid, penyakit autoimun, hingga kelainan genetik yang memengaruhi metabolisme mineral dalam tubuh.
Karena itu, jika uban muncul dalam jumlah banyak pada usia sangat muda dan disertai gejala kesehatan lain, pemeriksaan medis dapat menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan.
Tidak Selalu Harus Dikhawatirkan
Meski sering membuat seseorang merasa kurang percaya diri, uban dini tidak selalu menandakan adanya masalah serius. Faktor keturunan tetap menjadi penyebab yang paling dominan dalam banyak kasus.
Namun, menjaga pola makan seimbang, mengelola stres dengan baik, serta memastikan kebutuhan vitamin dan mineral terpenuhi dapat membantu menjaga kesehatan rambut secara keseluruhan.
Di era modern yang penuh tekanan dan perubahan gaya hidup, uban di usia muda kini menjadi fenomena yang semakin umum ditemui. Bagi sebagian orang, helai rambut putih yang muncul lebih cepat mungkin bukan sekadar soal usia, melainkan cerminan berbagai faktor yang bekerja di balik kesehatan tubuh secara keseluruhan.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































