TIMETODAY.ID, JAKARTA — Hubungan yang berjalan tanpa kepastian sering kali membuat seseorang terjebak dalam kebingungan. Salah satu kondisi yang banyak dialami, terutama pada fase pendekatan atau awal menjalin hubungan, adalah fenomena mixed signals atau sinyal yang tidak konsisten.
Situasi ini muncul ketika perkataan dan tindakan seseorang tidak berjalan searah. Di satu sisi, ia menunjukkan ketertarikan dan perhatian, namun di sisi lain justru memberikan respons yang bertolak belakang sehingga menimbulkan tanda tanya bagi pasangannya.
Pakar hubungan asal New York, Natasha Camille, menjelaskan bahwa mixed signals terjadi ketika apa yang diucapkan seseorang tidak tercermin dalam perilakunya sehari-hari. Misalnya, mengaku ingin terus berkomunikasi tetapi jarang membalas pesan atau tidak berupaya menjaga interaksi.
Menurut terapis hubungan Emily Simonian, ada dua faktor utama yang kerap melahirkan sinyal campuran dalam hubungan, yakni ketidakkonsistenan dan komunikasi yang buruk. Ketika keduanya terjadi bersamaan, hubungan menjadi rentan dipenuhi kesalahpahaman.
Bentuk Mixed Signals yang Sering Terjadi
Dalam kehidupan sehari-hari, sinyal campuran dapat terlihat melalui berbagai perilaku, seperti:
- Intensitas komunikasi yang berubah-ubah tanpa alasan jelas.
- Bersikap hangat saat bertemu langsung tetapi dingin ketika berjauhan.
- Sering mengajak bertemu namun berulang kali membatalkan rencana.
- Menunjukkan kedekatan secara fisik tetapi menghindari pembahasan status hubungan.
- Aktif di media sosial namun mengabaikan pesan pribadi.
- Memberikan perhatian sesekali tanpa kejelasan arah hubungan.
Pola seperti ini membuat seseorang terus menafsirkan setiap tindakan pasangan dan mencari makna di baliknya. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat menguras energi emosional dan memicu kecemasan.
Tidak Selalu Sengaja
Meski sering dianggap sebagai permainan perasaan, para ahli menilai mixed signals tidak selalu dilakukan dengan sengaja.
Terapis Alysha Jeney menyebut sebagian orang memberikan sinyal yang membingungkan karena mereka sendiri belum memahami apa yang sebenarnya diinginkan dalam sebuah hubungan.
Selain itu, individu dengan kecenderungan menghindari kedekatan emosional biasanya merasa nyaman saat hubungan masih ringan, tetapi mulai menarik diri ketika hubungan berkembang menjadi lebih serius.
Red Flag atau Hanya Kebingungan?
Sinyal campuran memang dapat menjadi indikator adanya masalah dalam hubungan. Namun, kondisi ini tidak selalu berarti hubungan harus segera diakhiri.
Para ahli menyarankan komunikasi terbuka sebagai langkah pertama untuk memahami situasi yang sebenarnya. Menyampaikan perasaan dan menanyakan kejelasan hubungan dinilai lebih sehat dibanding terus menerka-nerka maksud pasangan.
Pelatih hubungan dan seks Portia Brown menilai sebagian orang yang sering memberikan mixed signals didorong oleh rasa takut ditolak atau belum siap berkomitmen. Mereka cenderung menjaga jarak sambil tetap mempertahankan kemungkinan hubungan tetap berjalan.
Sementara itu, pakar hubungan Ann Nguyen menambahkan bahwa pengalaman masa lalu, termasuk trauma emosional, juga dapat memengaruhi perilaku seseorang dalam membangun kedekatan.
Penting Menjaga Kesehatan Emosional
Terapis keluarga Marni Feuerman menekankan pentingnya menghadapi ketidakjelasan secara langsung. Meminta kepastian bukanlah sikap berlebihan, melainkan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri dan kesehatan emosional.
Jika dibiarkan berlarut-larut, mixed signals dapat memicu rasa cemas, keraguan terhadap diri sendiri, hingga kelelahan mental. Karena itu, memahami batasan dan berani membangun komunikasi yang jujur menjadi langkah penting untuk menjaga hubungan tetap sehat dan saling menghargai.
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































