TIMETODAY.ID, JAKARTA — Alergi terhadap nanas memang tergolong jarang, tetapi kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena bisa memicu reaksi yang mengganggu hingga berbahaya. Tidak hanya menimbulkan rasa gatal di mulut, alergi nanas pada sebagian orang juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan, sesak napas, bahkan reaksi berat seperti anafilaksis.
Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat tertentu dalam buah nanas, terutama enzim bromelain. Tubuh menganggap zat tersebut sebagai ancaman sehingga memunculkan berbagai gejala alergi setelah nanas dikonsumsi.
Gejala alergi nanas yang perlu dikenali
Reaksi alergi dapat muncul dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi nanas. Tingkat keparahannya pun bisa berbeda pada setiap orang.
Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain:
- Gatal atau sensasi perih di mulut, bibir, dan tenggorokan
- Bibir, lidah, atau wajah membengkak
- Ruam merah dan bentol pada kulit
- Mual, muntah, atau diare
- Batuk, pilek, dan bersin
- Sesak napas
- Pusing hingga pingsan
- Keringat dingin dan tekanan darah menurun
Pada kondisi berat, alergi nanas dapat berkembang menjadi anafilaksis, yaitu reaksi alergi serius yang membutuhkan penanganan medis darurat.
Penyebab dan faktor risiko
Pemicu utama alergi nanas adalah kandungan bromelain, enzim alami yang terdapat dalam buah tersebut. Selain itu, beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi mengalami alergi karena faktor tertentu.
Risiko alergi nanas dapat meningkat pada orang yang:
- Memiliki riwayat alergi makanan lain, seperti kiwi atau seafood
- Memiliki anggota keluarga dengan riwayat alergi
- Sensitif terhadap nanas segar karena kandungan enzimnya lebih aktif
- Memiliki alergi lateks akibat kemungkinan reaksi silang protein
Cara mengatasi alergi nanas
Penanganan alergi perlu disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala yang muncul. Jika gejala masih ringan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah segera menghentikan konsumsi nanas.
Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
- Menghindari makanan atau minuman yang mengandung nanas
- Menggunakan antihistamin sesuai anjuran dokter untuk meredakan gejala ringan
- Melakukan pemeriksaan alergi untuk memastikan pemicu reaksi
- Segera ke IGD jika muncul sesak napas, pembengkakan berat, atau tanda syok anafilaksis
Tips mencegah alergi kambuh
Bagi penderita alergi nanas, pencegahan menjadi langkah penting agar reaksi tidak terulang kembali.
Beberapa hal yang dapat dilakukan meliputi:
- Selalu membaca label komposisi makanan
- Menghindari nanas dalam bentuk apa pun
- Memberi tahu keluarga atau tenaga medis mengenai riwayat alergi
- Menyediakan obat antihistamin bila diperlukan
- Berkonsultasi ke dokter jika gejala sering muncul
Meski sering dianggap sepele, alergi nanas tetap perlu diperhatikan karena reaksi yang muncul bisa berbeda pada setiap orang. Mengenali gejala sejak awal dapat membantu mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































