TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di balik gerakan presisi di atas tatami, tersimpan ambisi besar dari karateka muda Indonesia, Christopher Edbert Setiabudi. Atlet asal Jawa Tengah itu kini membuka peluang untuk tampil di Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, dan siap menunjukkan kemampuan terbaiknya jika mendapat kepercayaan membela Merah Putih.
Nama Christopher semakin mencuri perhatian setelah tampil sebagai juara nomor Kata Senior Putra pada Kejuaraan Nasional Karate Piala Ketua Umum PB FORKI 2026 yang berlangsung pada 9-13 Mei lalu. Hasil tersebut menjadi modal penting dalam upayanya menembus skuad Indonesia untuk ajang multievent terbesar di Asia.
“Saya berlatih keras setiap hari dengan mengulang teknik secara konsisten. Itu yang membuat penampilan saya bisa maksimal di tatami,” kata Christopher usai meraih gelar nasional tersebut.
Meski masih berusia muda, Christopher bukan wajah baru di dunia karate nasional. Ia mulai menekuni olahraga ini sejak usia tujuh tahun dan menapaki proses pembinaan secara bertahap hingga berhasil menembus tim nasional.
Sejak duduk di bangku sekolah, Christopher telah akrab dengan suasana kompetisi. Ia rutin meraih prestasi di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) sejak tingkat sekolah dasar hingga menengah atas. Pada 2019, saat masih kelas 3 SMP, ia sukses merebut medali perak di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) Jakarta.
Pengalaman bertanding sejak usia dini menjadi fondasi yang membentuk mental kompetitif, disiplin, dan daya juangnya hingga kini.
Perjalanan Christopher terus menanjak. Pada 2023, ia meraih medali emas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah, yang menjadi pijakan menuju level persaingan lebih tinggi.
Momentum penting datang pada 2024 ketika performanya bersinar di berbagai ajang nasional dan internasional. Ia menjadi juara Kejurnas FORKI U-21, meraih emas SEAKF U-21 di Thailand, serta finis sebagai runner-up AKF U-21 di Manila. Pada tahun yang sama, Christopher juga tampil di WKF World Championship U-21 di Venesia, menyumbang medali perunggu PON 2024 untuk nomor individual kata putra, serta emas pada nomor beregu.
Rangkaian prestasi tersebut membawanya masuk ke sistem pembinaan nasional. Pada 2025, Christopher resmi bergabung dengan Pelatnas Karate Indonesia sebagai bagian dari persiapan tim nasional menuju SEA Games.
Tahun itu menjadi fase penting dalam transisinya ke level senior. Ia berhasil menjawab tantangan dengan torehan medali perunggu pada AKF Senior Championships di Tashkent, Uzbekistan, saat usianya baru 20 tahun. Di Brunei, Christopher juga merebut emas SEAKF U-21 dan Senior Male Kata, serta perak di nomor beregu senior.
Selain itu, ia turut menyumbangkan medali perunggu bersama Tim Kata Indonesia di WKF Karate1 Series A Kuala Lumpur 2025 dan meraih emas di POMNAS 2025.
Pada 2026, Christopher kembali menambah jam terbang internasional dengan tampil di WKF Karate1 Premier League di Leshan, China, turnamen elite yang diikuti karateka terbaik dunia.
Di luar arena, Christopher juga menjalani peran ganda sebagai mahasiswa dan atlet nasional. Jadwal latihan intensif, kompetisi, pemulihan fisik, hingga tanggung jawab akademik harus dijalani secara seimbang.
Asian Games 2026 menjadi tantangan berikutnya. Persaingan untuk tampil di Nagoya akan ditentukan berdasarkan peringkat Federasi Karate Dunia (WKF). Saat ini, Christopher menempati peringkat ke-71 dunia dan terus berupaya memperbaiki posisinya.
Dengan usia yang masih muda, pengalaman internasional yang semakin matang, serta deretan prestasi yang terus bertambah, Christopher Edbert Setiabudi menjadi salah satu harapan baru dalam regenerasi karate Indonesia di nomor kata putra.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































