TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bagi jutaan jemaah haji dan umrah, berada begitu dekat dengan Ka’bah merupakan momen yang sulit dilupakan. Di tengah lautan manusia yang mengelilingi Baitullah, banyak jemaah berharap bisa menyentuh bahkan mencium bagian tertentu dari bangunan suci tersebut sebagai bentuk kecintaan sekaligus ibadah sunah.
Namun, dalam ajaran Islam, tidak semua bagian Ka’bah memiliki keutamaan khusus untuk disentuh. Rasulullah SAW hanya mencontohkan beberapa titik tertentu saat menjalankan tawaf.
Berikut bagian Ka’bah yang memiliki keutamaan untuk disentuh atau didekati:
1. Hajar Aswad
Hajar Aswad menjadi bagian paling diidamkan banyak jemaah. Batu hitam yang terletak di sudut timur Ka’bah ini menjadi titik awal sekaligus akhir setiap putaran tawaf.
Rasulullah SAW mencontohkan untuk mencium atau mengusap Hajar Aswad. Amalan ini termasuk sunah bagi jemaah yang memungkinkan melakukannya.
Umar bin Khattab pernah berkata:
“Sungguh aku tahu kamu hanyalah batu. Tidak bisa memberi manfaat atau bahaya apa pun. Andai aku tidak pernah melihat Rasulullah menciummu, aku tidak akan menciummu.”
Namun, jika kondisi sangat padat, jemaah cukup memberi isyarat ke arah Hajar Aswad sambil bertakbir tanpa perlu memaksakan diri mendekat.
2. Rukun Yamani
Bagian berikutnya adalah Rukun Yamani, yakni sudut Ka’bah yang terletak sebelum Hajar Aswad.
Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah SAW diketahui mengusap sudut ini saat tawaf.
Berbeda dengan Hajar Aswad, Rukun Yamani tidak dianjurkan untuk dicium. Mengusapnya hukumnya sunah selama dapat dilakukan tanpa berdesak-desakan atau menyakiti jemaah lain.
Sebagian ulama menyebut sentuhan pada Rukun Yamani dan Hajar Aswad dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil.
3. Multazam
Multazam adalah area di antara pintu Ka’bah dan Hajar Aswad. Tempat ini dikenal luas sebagai lokasi mustajab untuk berdoa.
Banyak jemaah memanjatkan doa sambil menempelkan dada, wajah, dan tangan ke dinding Ka’bah di area tersebut.
Imam Syafi’i pernah menyampaikan:
“Aku menyukai bagi orang yang hendak berpisah meninggalkan Baitullah agar ia berdiri di Multazam, yaitu tempat antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah.”
Meski demikian, Rasulullah SAW lebih banyak dicatat menyentuh Hajar Aswad dan Rukun Yamani saat tawaf.
Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan:
“Aku tidak pernah meninggalkan meraba kedua sudut ini, yaitu sudut Yamani dan sudut Hajar Aswad, sejak aku melihat Rasulullah SAW mengusapnya.”
Para ulama mengingatkan agar jemaah tidak meyakini semua bagian Ka’bah memiliki keutamaan yang sama untuk disentuh.
Di tengah padatnya musim haji, menjaga keselamatan diri dan tidak melukai jemaah lain jauh lebih utama dibanding memaksakan diri berdesakan demi menyentuh dinding Ka’bah.
Sebab, inti dari ibadah di Tanah Suci bukan sekadar menyentuh bangunan, melainkan menghadirkan kekhusyukan hati dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































