TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara resmi menutup seluruh aktivitas pendakian ke Gunung Dukono untuk waktu yang tidak ditentukan. Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik gunung api tersebut yang terus memuntahkan abu dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat maupun wisatawan.
Keputusan itu tertuang dalam surat edaran yang diterbitkan pada 8 Mei 2026 di Tobelo dan ditandatangani Asisten I Setda Halmahera Utara Bidang Pemerintahan, F. N. Sahetapy, mewakili Bupati Halmahera Utara.
Gunung Dukono saat ini berada pada status Level II atau Waspada. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api, intensitas erupsi dan semburan abu vulkanik meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh kegiatan pendakian demi mencegah risiko kecelakaan.
Lima Ketentuan Penting Penutupan Gunung Dukono
- Semua jalur pendakian ditutup
Seluruh akses menuju kawasan pendakian Gunung Dukono resmi ditutup. Tidak ada lagi jalur yang diperbolehkan digunakan untuk aktivitas wisata maupun pendakian. - Pengawasan diperketat
Camat dan kepala desa di wilayah sekitar gunung diminta meningkatkan pengawasan agar tidak ada warga atau wisatawan yang nekat memasuki kawasan berbahaya. - Tidak ada lagi izin pendakian
Pengelola maupun pihak terkait dilarang menerbitkan izin untuk kegiatan pendakian, termasuk agenda komunitas atau wisata alam. - Informasi wajib disosialisasikan
Aparat dan pengelola diminta aktif menyebarluaskan informasi penutupan kepada masyarakat, termasuk komunitas pendaki dan wisatawan. - Pelanggar akan dikenai sanksi
Pemerintah menegaskan akan memberikan tindakan tegas bagi siapa pun yang tetap memaksakan diri mendaki, mulai dari teguran hingga proses hukum sesuai aturan yang berlaku.
Gunung Dukono dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Erupsinya terjadi hampir setiap hari dan abu vulkanik kerap menyebar ke permukiman serta mengganggu penerbangan di wilayah Maluku Utara.
Dengan penutupan ini, pemerintah berharap masyarakat dan wisatawan mematuhi aturan demi keselamatan bersama. Aktivitas vulkanik yang masih tinggi membuat kawasan Gunung Dukono belum aman untuk dikunjungi.***
Editor : Syafira
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































