
TIMETODAY.ID, MAKKAH – Tim Kesehatan Indonesia bersama petugas Kloter JKS 03 menggelar sosialisasi protokol kesehatan bagi seluruh calon haji (calhaj) asal Kota Tegar Beriman di Masjid Hotel Burj Shalah, Sektor 9, Makkah, Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini mengutamakan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) selama menjalani rangkaian ibadah haji.
Koordinator Kesehatan Sektor 9 Makkah, Ahmad Muhane, menyebutkan tiga APD utama yang wajib digunakan jemaah, yakni masker, semprotan cairan atau hairspray, serta oralit.
“APD ini sangat penting bagi jemaah kita, apalagi suhu di Mekah sangat tinggi,” ujar Ahmad.
Masker dinilai krusial mengingat jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di Tanah Suci, sehingga risiko penularan penyakit melalui udara menjadi sangat tinggi. Sementara itu, hairspray atau semprotan cairan dianjurkan untuk disemprotkan ke wajah, leher, dan kaki guna mencegah heatstroke akibat paparan panas ekstrem.
Adapun oralit disebut Ahmad sebagai cairan vital untuk mencegah dehidrasi berat, yang menjadi salah satu penyebab utama kematian jemaah haji pada musim lalu.
“Cairan oralit yang diminum itu sama fungsinya dengan cairan infus. Untuk kebutuhan oralit akan didukung, termasuk saat puncak haji di Armuna,” katanya.
Selain penggunaan APD, Ahmad merinci sejumlah protokol kesehatan lain yang harus dipatuhi jemaah. Di antaranya, minum air minimal 250 mililiter setiap jam, menggunakan payung saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung, serta beristirahat cukup selama enam hingga delapan jam per hari.
Jemaah juga diimbau mengatur pola kunjungan ke Masjidil Haram secara bergantian dan teratur, serta mengonsumsi makanan yang telah disiapkan petugas sesuai jadwal yang ditentukan.
“Kalau sudah lewat waktu, jangan dikonsumsi,” tegasnya.
Ahmad berharap seluruh ikhtiar menjaga kesehatan ini membuahkan hasil.
“Semoga jemaah Indonesia, khususnya JKS 03, sehat semua. Datang 441 orang, pulang dengan jumlah yang sama,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Ketua Kloter JKS 03, Ade Irawan, terus mengingatkan para calhaj untuk senantiasa menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas dan padatnya jadwal ibadah.
“Ikhtiar ini dilakukan agar kondisi jemaah tetap terjaga, sehingga saat puncak haji nanti semuanya dalam kondisi sehat,” tuntasnya. ***




































