TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di balik keinginan orang tua untuk melindungi anak, ada kebiasaan-kebiasaan kecil yang tanpa disadari justru dapat menghambat tumbuhnya rasa percaya diri. Apa yang tampak sebagai bentuk kasih sayang, terkadang membuat anak kurang terlatih menghadapi tantangan dan mengenali kemampuannya sendiri.
Menurut sejumlah pakar parenting yang dikutip dari CNBC Make It, ada beberapa pola asuh yang dapat membuat anak tumbuh dengan keyakinan diri yang lebih rendah jika dilakukan terus-menerus.
- Membebaskan Anak dari Tanggung Jawab
Tidak sedikit orang tua merasa anak masih terlalu kecil untuk membantu pekerjaan rumah. Padahal, tugas sederhana seperti merapikan tempat tidur atau menyimpan mainan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan membuat anak merasa mampu menyelesaikan sesuatu sendiri.
- Terlalu Cepat Menolong Saat Anak Kesulitan
Ketika anak menghadapi masalah, banyak orang tua langsung turun tangan. Meski niatnya baik, kebiasaan ini dapat membuat anak tidak terbiasa mencari solusi sendiri. Kesalahan dan kegagalan justru merupakan bagian penting dalam membangun ketangguhan mental.
- Melarang Anak Merasakan Emosi
Ucapan seperti “jangan menangis” atau “tidak usah marah” mungkin terdengar menenangkan. Namun, jika terlalu sering dilakukan, anak bisa kesulitan memahami dan mengelola emosinya. Orang tua disarankan membantu anak mengenali perasaannya dan mengajarkan cara mengekspresikannya secara sehat.
- Menanamkan Mentalitas Korban
Kalimat seperti “hidup kita memang susah” dapat membuat anak merasa tidak memiliki kendali atas keadaan. Sebaliknya, anak perlu belajar bahwa keterbatasan bisa dihadapi dengan sikap positif dan solusi yang realistis.
- Terlalu Protektif
Perlindungan berlebihan dapat membuat anak ragu mengambil keputusan. Dengan diberi kesempatan menghadapi masalah sesuai usianya, anak akan lebih mandiri dan percaya pada kemampuan diri sendiri.
- Menuntut Kesempurnaan
Standar yang terlalu tinggi sering membuat anak takut gagal. Alih-alih fokus pada hasil sempurna, orang tua sebaiknya menghargai proses dan kemajuan kecil yang dicapai anak.
- Lebih Sering Menghukum daripada Mendisiplinkan
Hukuman cenderung membuat anak merasa dirinya buruk. Sementara itu, disiplin yang tepat membantu anak memahami konsekuensi dari perilakunya dan belajar membuat pilihan yang lebih baik.
Membangun rasa percaya diri anak tidak selalu membutuhkan pujian besar atau hadiah mahal. Justru dari pengalaman sehari-hari—seperti diberi tanggung jawab, kesempatan mencoba, dan ruang untuk merasakan emosi—anak belajar bahwa dirinya mampu menghadapi dunia dengan keyakinan.***
Editor : Syafira
Sumber : CNBCIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































