Iran Siaga, Kapal Perang Prancis-Inggris Terancam Disambut Respons Tegas

Iran
Kapal induk Prancis, Charles de Gaulle, Foto: U.S. Navy -Julia A. Casper

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas. Iran memperingatkan Prancis dan Inggris agar tidak mengerahkan kapal perang ke kawasan tersebut.

Pemerintah Teheran menegaskan bahwa setiap kehadiran kekuatan militer asing di sekitar Selat Hormuz akan direspons secara cepat oleh angkatan bersenjata Iran.

Peringatan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, melalui akun media sosial X. Ia mengkritik rencana Paris dan London yang disebut ingin mengirim armada laut dengan alasan menjaga keamanan jalur pelayaran internasional.

Advertisement

“Keamanan maritim tidak dapat dijamin melalui aksi pamer kekuatan,” ujar Gharibabadi.

Baca Juga :  Konflik Iran vs AS–Israel Meluas, Warga Dubai dan Doha Diminta Mengungsi

Menurutnya, pengerahan kapal perang dari luar kawasan justru berisiko memperuncing krisis dan mendorong militerisasi salah satu jalur energi terpenting di dunia.

Prancis sebelumnya disebut akan mengirim kapal induk Charles de Gaulle ke Laut Merah dan Teluk Aden sebagai bagian dari misi gabungan dengan Inggris. Operasi tersebut dikabarkan mencakup pengawalan kapal dan pembersihan ranjau setelah situasi mereda.

Iran menegaskan bahwa keamanan di Selat Hormuz merupakan tanggung jawab langsung Republik Islam Iran dan tidak memerlukan campur tangan pihak luar.

“Baik dalam masa damai maupun perang, hanya Iran yang dapat menjamin keamanan di selat ini,” kata Gharibabadi.

Baca Juga :  Waspadai Pengetatan Aturan Visa di AS, KBRI Imbau Mahasiswa Indonesia Lebih Waspada

Ia juga menegaskan bahwa kapal-kapal Prancis, Inggris, atau negara lain yang berkoordinasi dengan tindakan Amerika Serikat di kawasan akan menghadapi “respons tegas dan segera” dari militer Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan energi global. Sejumlah besar ekspor minyak dan gas dunia melintasi perairan sempit ini setiap hari. Karena itu, setiap eskalasi di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas pasar energi internasional.

Di tengah meningkatnya persaingan pengaruh antara Iran dan Amerika Serikat, perairan Selat Hormuz kembali menjadi titik panas yang diawasi dunia.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel