Mengenal CLA, Asam Lemak yang Diklaim Bisa Turunkan Berat Badan

CLA
Ilustrasi supelmen CLA. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah tren gaya hidup sehat dan maraknya suplemen penurun berat badan, Conjugated Linoleic Acid (CLA) menjadi salah satu zat yang cukup populer. Senyawa turunan lemak ini kerap dipasarkan sebagai suplemen untuk membantu membakar lemak sekaligus membentuk massa otot.

CLA merupakan salah satu jenis asam lemak omega-6 yang secara alami ditemukan pada produk susu beserta olahannya, serta daging hewan pemakan rumput seperti sapi, kambing, dan domba.

Namun, sejumlah penelitian menunjukkan kadar CLA alami pada produk hewani saat ini cenderung menurun. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan perubahan pola pakan ternak modern.

Advertisement

Karena itu, CLA kini lebih banyak diproduksi dalam bentuk suplemen yang umumnya dibuat dari minyak nabati seperti bunga matahari, kedelai, atau jagung melalui proses modifikasi kimia.

Meski dikenal luas memiliki berbagai manfaat kesehatan, efektivitas CLA dalam bentuk suplemen masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan. Sejumlah klaim manfaatnya bahkan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Berikut beberapa manfaat CLA yang banyak dikaitkan dengan kesehatan:

1. Membantu menurunkan berat badan

CLA diyakini dapat meningkatkan pembakaran lemak sekaligus menekan rasa lapar.

Baca Juga :  Hindari Obesitas, Ini 5 Cara Menurunkan Berat Badan yang Tepat

Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi CLA selama 12 minggu memang dapat menurunkan berat badan. Namun, rata-rata penurunan yang terjadi relatif kecil, yakni sekitar 2 kilogram, dengan penurunan lemak tubuh yang juga tidak terlalu signifikan.

Penelitian jangka panjang selama enam bulan hingga dua tahun pun menunjukkan hasil serupa, yakni efek penurunan berat badan yang terbatas.

2. Diklaim meningkatkan performa olahraga

CLA juga populer di kalangan atlet karena dipercaya mampu meningkatkan stamina saat berolahraga.

Sayangnya, hasil penelitian belum menemukan bukti kuat bahwa konsumsi CLA mampu meningkatkan performa fisik secara signifikan.

3. Membantu pembentukan massa otot

Di dunia kebugaran, CLA cukup dikenal sebagai suplemen pendukung pembentukan otot.

Meski demikian, studi ilmiah menunjukkan peningkatan massa otot yang dihasilkan cenderung kecil dan tidak terlalu berdampak signifikan pada kekuatan tubuh.

4. Menurunkan kadar trigliserida

Salah satu manfaat CLA yang cukup menjanjikan adalah kemampuannya menurunkan kadar trigliserida dalam darah.

Kadar trigliserida tinggi diketahui dapat meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan penyakit jantung.

Namun, di sisi lain CLA juga dapat menurunkan kadar kolesterol baik (HDL), sehingga tidak bisa dijadikan terapi utama untuk mengatasi kolesterol tinggi.

Baca Juga :  Rumput Belulang, Herbal Sederhana dengan Manfaat Tak Terduga

5. Berpotensi menekan risiko kanker

Beberapa penelitian awal menunjukkan CLA memiliki sifat antioksidan yang berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker, termasuk kanker payudara, kolon, paru-paru, dan prostat.

Akan tetapi, studi lain justru menemukan hasil sebaliknya, yakni suplementasi CLA dalam kondisi tertentu berpotensi memicu pertumbuhan sel kanker.

Efek samping yang perlu diwaspadai

Meski berasal dari bahan alami, CLA tetap memiliki risiko efek samping, terutama jika dikonsumsi berlebihan.

Efek samping yang dapat muncul antara lain:

  • Gangguan pencernaan seperti mual, sakit perut, dan diare
  • Penumpukan lemak di hati
  • Risiko memperburuk resistensi insulin pada penderita diabetes
  • Interaksi dengan obat pengencer darah dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)

Selain itu, keamanan CLA belum sepenuhnya teruji pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak, sehingga kelompok tersebut tidak disarankan mengonsumsinya tanpa pengawasan medis.

Para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan CLA sebagai solusi instan untuk menurunkan berat badan, membentuk otot, atau menggantikan pengobatan medis.

Pola makan seimbang, olahraga teratur, dan konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap menjadi langkah utama untuk menjaga kesehatan secara optimal.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel