TIMETODAY.ID, JAKARTA — Semangat pencak silat rupanya semakin tumbuh di Timor Leste. Dalam pertemuan bilateral bersama Indonesia pada agenda SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 di Bali, pemerintah Timor Leste mengungkap tingginya minat masyarakat mereka terhadap olahraga bela diri khas Nusantara tersebut.
Delegasi Timor Leste yang dipimpin Menteri Pemuda dan Olahraga, Neylo Isaac Sarmento, menyebut saat ini terdapat sedikitnya tiga padepokan silat besar yang aktif berkembang di negaranya. Bahkan setiap tahun, banyak warga Timor Leste datang ke Indonesia untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat atau sabuk.
“Cabang olahraga pencak silat sangat diminati masyarakat kami. Kami berharap kerja sama dengan Indonesia dapat diperkuat, khususnya dalam bidang kepelatihan, perwasitan, dan pengembangan ekosistem olahraga secara menyeluruh,” ujar Neylo dalam keterangannya.
Pertemuan yang berlangsung di The Meru Hotel itu juga membahas peluang kolaborasi olahraga lain, termasuk pengembangan sport tourism melalui ajang balap sepeda gunung internasional Tour de Timor.
Menurut Neylo, ajang tersebut dirancang melintasi kawasan pegunungan dan perbatasan dengan panorama alam khas Timor Leste yang menantang sekaligus menarik wisatawan olahraga mancanegara.
“Kami sedang mengembangkan Tour de Timor sebagai event balap sepeda gunung internasional yang mengangkat semangat persahabatan dan pariwisata olahraga,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Erick Thohir, menyambut positif ajakan kerja sama tersebut. Ia menilai pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga bagian dari identitas budaya Indonesia yang perlu terus diperkenalkan ke dunia internasional.
“Saya sangat bersyukur mendengar antusiasme masyarakat Timor Leste terhadap pencak silat begitu tinggi. Indonesia siap mendukung pembinaan dan penguatan ekosistem olahraga mereka, termasuk pencak silat,” ujar Erick.
Erick juga meminta Timor Leste menentukan tiga cabang olahraga prioritas agar dukungan yang diberikan Indonesia dapat lebih terarah dan efektif.
“Ini menjadi bukti bahwa diplomasi olahraga mampu mempererat hubungan persahabatan antarnegara. Kami bangga ketika olahraga asli Indonesia dipelajari dan dicintai masyarakat dunia,” tambahnya.
Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan hubungan olahraga kedua negara sekaligus membuka peluang prestasi baru bagi atlet-atlet muda di kawasan Asia Tenggara.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































