TIMETODAY.ID, JAKARTA — Langit diplomasi internasional kembali memanas setelah Kementerian Luar Negeri RI bersama 12 negara sahabat mengecam keras serangan Israel terhadap armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang tengah berlayar menuju Gaza. Armada sipil tersebut membawa ratusan aktivis kemanusiaan pro-Palestina dan bertujuan membuka jalur bantuan ke wilayah yang masih diblokade.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis Kamis (7/5/2026), Indonesia bersama Türkiye, Brasil, Yordania, Mauritania, Pakistan, Spanyol, Malaysia, Bangladesh, Kolombia, Maladewa, Afrika Selatan, dan Libya menilai tindakan Israel sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
“Kami mengecam keras serangan terhadap Global Sumud Flotilla, sebuah misi kemanusiaan damai yang bertujuan meningkatkan perhatian dunia terhadap krisis kemanusiaan di Gaza,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.
Kementerian Luar Negeri RI menegaskan penyerbuan terhadap kapal bantuan dan penahanan para aktivis di perairan internasional tidak dapat dibenarkan secara hukum. Pemerintah Indonesia juga menilai tindakan tersebut melanggar prinsip-prinsip hukum humaniter internasional.
“Penahanan aktivis kemanusiaan dan serangan terhadap kapal sipil di wilayah internasional merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap hukum internasional,” tulis Kemlu RI.
Selain mengecam tindakan Israel, para menteri luar negeri juga menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap keselamatan para relawan yang berada di atas kapal. Mereka mendesak pemerintah Israel segera membebaskan seluruh aktivis yang ditahan.
“Komunitas internasional harus mengambil tanggung jawab moral dan hukum untuk melindungi warga sipil serta memastikan adanya akuntabilitas atas pelanggaran yang terjadi,” lanjut pernyataan itu.
Sebelumnya, Armada Global Sumud mengklaim kapal-kapal mereka dikepung militer Israel saat berada di lepas pantai Pulau Kreta. Dalam pernyataannya, armada menyebut sedikitnya 22 kapal telah diserbu pasukan Israel.
“Sedikitnya 22 dari 58 kapal armada telah dinaiki pasukan Israel dalam tindakan yang sepenuhnya bertentangan dengan hukum internasional,” kata pihak Global Sumud.
Armada tersebut diketahui berangkat dari sejumlah kota di Eropa, termasuk Marseille, Barcelona, dan Syracuse. Mereka membawa misi membuka koridor laut kemanusiaan menuju Jalur Gaza yang telah lama berada dalam blokade.
Menurut laporan armada, sebanyak 175 aktivis kini ditahan otoritas Israel. Situasi tersebut kembali memicu sorotan global terhadap meningkatnya ketegangan kemanusiaan di kawasan Timur Tengah.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































