
TIMETODAY.ID, BOGOR – Bisnis sapi kurban di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tetap bergairah menjelang Iduladha 1447 H. Meski bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global masih menghantui banyak sektor usaha, lapak-lapak sapi di kawasan ini justru mencatat pergerakan penjualan yang stabil, bahkan permintaan di segmen harga menengah ke atas menguat.
Di salah satu lapak yang menampung 250 ekor sapi, Jaharuddin (43) berdiri tenang di antara deretan Bali, Brahma, dan Limosin yang ia datangkan jauh dari Bima. Tiga pekan sebelum hari raya, penjualannya sudah menyentuh 30 persen.
“Alhamdulillah, sekarang kita sudah keluar 30 persen,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (04/05/2026).
Sudah sejak 2012 Jaharuddin menjalani ritme yang sama setiap tahun. Dan dari pengamatan panjangnya, satu hal tak pernah berubah, niat berkurban tak mudah goyah oleh tekanan tekanan ekonomi.
“Orang-orang yang sudah biasa berkurban, bagaimanapun caranya, mereka tetap mengusahakan,” tuturnya.
“Pelanggan-pelanggan saya begitu. Jadi tidak begitu terpengaruh dampak ekonomi global,” sambungnya.
Harga yang ia tawarkan mulai dari Rp14 juta hingga Rp45 juta per ekor. Menariknya, justru kisaran Rp20 juta ke atas yang paling banyak diminati musim ini.
“Variasi sih, ada yang ekonomis, ada yang besar. Tapi justru sekarang malah banyak permintaan yang harganya 20 juta ke atas,” katanya.
Stok pakan masih mencukupi meski harus didatangkan dari beberapa wilayah sekitar. Lapaknya terus bergerak dan Cibinong, setidaknya, membuktikan bahwa semangat berkurban lebih kuat dari krisis mana pun
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



































