TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan tegas menyusul proposal damai terbaru dari Iran yang dinilainya belum memuaskan. Dalam keterangannya, Trump menyebut Washington kini dihadapkan pada dua pilihan besar untuk mengakhiri konflik dengan Teheran.
Berbicara kepada media, Trump menggambarkan situasi tersebut sebagai persimpangan krusial antara jalur militer dan diplomasi.
“Ada beberapa pilihan,” ujarnya, dikutip dari CNN International, Sabtu (2/5/2026).
Ia kemudian merinci dua opsi yang dimaksud. Pilihan pertama adalah langkah militer penuh, sementara opsi kedua tetap membuka ruang negosiasi.
“Apakah kita ingin langsung membombardir mereka habis-habisan dan menghancurkan mereka selamanya? Atau apakah kita ingin mencoba mencapai kesepakatan? Itulah pilihannya,” kata Trump.
Meski mengakui kekuatan militer sebagai salah satu opsi, Trump memberi sinyal bahwa jalur diplomasi masih menjadi prioritas pemerintahannya.
“Secara kemanusiaan, saya lebih memilih untuk tidak melakukannya,” ujarnya.
“Tetapi itulah pilihannya—apakah kita menyerang secara besar-besaran atau mencoba sesuatu melalui kesepakatan,” lanjutnya.
Di tengah ketegangan tersebut, upaya diplomasi sebenarnya sempat mengalami kebuntuan. Namun, Iran kembali membuka peluang dialog dengan mengirimkan proposal baru melalui pihak ketiga.
Mengutip kantor berita resmi Islamic Republic News Agency (IRNA), proposal tersebut disampaikan kepada Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam komunikasi dengan Amerika Serikat. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Teheran masih membuka pintu perundingan.
Tak hanya itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga aktif melakukan komunikasi diplomatik dengan sejumlah negara kawasan, termasuk Arab Saudi, Qatar, Turki, Irak, dan Azerbaijan.
Pembicaraan tersebut membahas inisiatif terbaru Iran untuk meredakan konflik yang masih berlangsung.
Situasi ini menunjukkan bahwa di balik retorika keras, ruang diplomasi belum sepenuhnya tertutup—meski bayang-bayang eskalasi militer masih membayangi hubungan kedua negara.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































