Kepala BPOM Turun Langsung Awasi MBG, 5 SPPG di Jakarta Disidak Sehari

BPOM
Kepala BPOM Turun Langsung Awasi MBG, 5 SPPG di Jakarta Disidak Sehari. Foto: Dok BPOM RI

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah keterbatasan anggaran pengawasan, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar tetap turun langsung ke lapangan. Dalam satu hari, Kamis (30/4/2026), ia melakukan inspeksi mendadak ke lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Jakarta.

Sidak dilakukan menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, pengemasan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah SPPG Tebet Manggarai Selatan yang melayani hampir 3.000 penerima.

“BPOM ingin memastikan program Presiden Prabowo Subianto berjalan sesuai standar keamanan, higiene, dan sanitasi, sehingga makanan yang diterima masyarakat benar-benar aman dan bergizi,” ujar Taruna.

Advertisement
Baca Juga :  Wajib Siap! Ini Isi Tas Bencana yang Perlu Disiapkan Sejak Dini

Pengawasan tidak hanya terpusat di satu lokasi. Secara paralel, tim BPOM juga melakukan pemantauan di sejumlah titik lain, termasuk Palmerah, Jatinegara Kampung Melayu, Johar Baru Tanah Tinggi, hingga Sunter Jaya, dengan total ribuan penerima manfaat.

Taruna menegaskan, pengawasan ini penting untuk mencegah potensi Kejadian Luar Biasa Keamanan Pangan (KLB KP), terutama dalam program berskala besar seperti MBG. Meski anggaran terbatas, BPOM menerapkan pendekatan berbasis risiko agar pengawasan tetap efektif.

“Monitoring yang ketat dan respons cepat sangat menentukan. Risiko keamanan pangan harus dicegah sejak awal,” katanya.

Dari hasil inspeksi, secara umum operasional SPPG dinilai sudah berjalan sesuai standar. Namun, BPOM masih menemukan sejumlah catatan perbaikan, seperti konsistensi kebersihan petugas, sanitasi alat produksi, pencatatan bahan baku, hingga pengendalian suhu penyimpanan makanan.

Baca Juga :  Mengenal Gluten dan Alternatif Tepung Bebas Gluten untuk Menu Sehari-hari"

Temuan tersebut langsung disampaikan kepada pengelola untuk segera diperbaiki. BPOM juga akan menyusun laporan lengkap sebagai bahan evaluasi bersama pihak terkait.

“Kami tidak datang untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan program ini terus membaik,” tegas Taruna.

Ke depan, BPOM berkomitmen melakukan pendampingan intensif di lapangan. Menurutnya, keberhasilan program MBG bukan hanya soal distribusi makanan, tetapi juga jaminan kualitas dan keamanan bagi masyarakat.

“Dengan pengawasan yang kuat dan kolaborasi semua pihak, program ini bisa berjalan optimal tanpa menimbulkan risiko kesehatan,” pungkasnya.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel