TIMETODAY.ID, JAKARTA — Green coffee atau kopi hijau belakangan semakin populer di kalangan pelaku diet karena disebut-sebut mampu membantu menurunkan berat badan dengan lebih cepat. Namun, klaim tersebut hingga kini masih menjadi perdebatan di kalangan ahli karena bukti ilmiahnya belum sepenuhnya kuat.
Green coffee sendiri merupakan biji kopi yang belum melalui proses pemanggangan. Dalam bentuk ini, kandungan asam klorogenat masih cukup tinggi—senyawa yang diyakini dapat memengaruhi metabolisme dan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Sempat Viral karena Klaim Turunkan Berat Badan
Popularitas green coffee meningkat setelah sejumlah studi awal menyebutkan adanya potensi penurunan berat badan pada kelompok yang mengonsumsinya dibandingkan yang tidak. Dari sinilah muncul anggapan bahwa green coffee bisa menjadi “jalan pintas” diet.
Namun, para peneliti menegaskan bahwa hasil tersebut masih terbatas dan belum cukup untuk dijadikan dasar kesimpulan pasti. Diperlukan studi lanjutan dengan skala lebih besar untuk memastikan efektivitasnya terhadap penurunan berat badan.
Meski demikian, konsumsi green coffee dalam bentuk suplemen masih dianggap boleh selama tidak berlebihan dan sesuai aturan.
Efek Samping Tetap Perlu Diwaspadai
Seperti kopi pada umumnya, green coffee juga mengandung kafein. Kandungan ini dapat memicu sejumlah efek samping, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi.
Beberapa keluhan yang bisa muncul antara lain sakit kepala, gangguan pencernaan, sulit tidur, kecemasan, agitasi, hingga peningkatan tekanan darah.
Para ahli menyarankan konsumsi tidak melebihi 200 mg per hari untuk meminimalkan risiko tersebut.
Tidak Semua Orang Dianjurkan Konsumsi
Meski berbahan alami, green coffee tidak cocok untuk semua orang. Beberapa kondisi yang sebaiknya menghindari konsumsi ini antara lain ibu hamil dan menyusui, penderita hipertensi, diabetes, gangguan kecemasan, diare, epilepsi, glaukoma, hingga sindrom iritasi usus besar dan osteoporosis.
Bukan Jalan Pintas Diet
Pakar kesehatan menekankan bahwa green coffee bukan solusi instan untuk menurunkan berat badan. Hasil yang lebih aman dan berkelanjutan tetap bergantung pada pola makan seimbang serta aktivitas fisik rutin.
Jika ingin mengonsumsinya sebagai bagian dari program diet, konsultasi dengan tenaga medis atau ahli gizi tetap disarankan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu atau sedang menjalani pengobatan.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































