TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bagi banyak orang, secangkir kopi adalah “penyulut semangat” di pagi hari. Rutinitas ini begitu melekat hingga sering dilakukan bersamaan dengan hal lain—termasuk minum obat.
Namun, tidak semua obat aman dikonsumsi berdekatan dengan kopi. Kafein dapat berinteraksi dengan kandungan tertentu dalam obat, membuatnya kurang efektif, atau justru meningkatkan risiko efek samping.
Berikut beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan kopi, seperti dilansir dari Independent.
1. Obat Flu dan Pilek
Beberapa obat flu mengandung pseudoefedrin, yang sama-sama bersifat stimulan layaknya kafein.
Jika dikonsumsi bersamaan, efeknya bisa berlipat ganda dan memicu:
- gelisah
- jantung berdebar
- sakit kepala
- sulit tidur
Interaksi serupa juga perlu diwaspadai pada obat ADHD (amfetamin) dan obat asma tertentu seperti teofilin.
2. Obat Tiroid
Obat tiroid seperti levotiroksin sangat sensitif terhadap waktu konsumsi. Minum kopi terlalu dekat dengan konsumsi obat ini dapat menurunkan penyerapan hingga 50%.
Kafein mempercepat pergerakan usus sehingga tubuh tidak punya cukup waktu untuk menyerap obat. Akibatnya, gejala hipotiroid bisa kembali muncul: lelah, berat badan naik, hingga sembelit.
Obat osteoporosis seperti alendronat dan risedronat juga memiliki aturan serupa: diminum saat perut kosong dan tunggu 30–60 menit sebelum mengonsumsi makanan atau minuman, termasuk kopi.
3. Antidepresan dan Obat Psikiatri
Interaksi kafein dengan obat mental dapat lebih kompleks. Pada obat SSRI seperti sertraline dan citalopram, kafein dapat mengikat obat di lambung sehingga penyerapannya menurun.
Obat TCA (amitriptilin, imipramin) dipecah oleh enzim yang sama dengan kafein. Persaingan ini bisa memperlambat metabolisme obat dan memicu efek samping.
Studi juga menunjukkan bahwa konsumsi 2–3 cangkir kopi dapat meningkatkan kadar klozapin hampir dua kali lipat—meningkatkan risiko kantuk berat hingga kebingungan.
4. Obat Pereda Nyeri
Beberapa obat pereda nyeri (aspirin, parasetamol) mengandung tambahan kafein untuk mempercepat efeknya.
Namun minum kopi bersamaan dengan obat ini dapat meningkatkan risiko:
- iritasi lambung
- rasa tidak nyaman
- potensi perdarahan
Meskipun kasus serius jarang dilaporkan, tetap disarankan menjaga jarak waktu konsumsi.
5. Obat Jantung
Kafein dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah selama beberapa jam setelah diminum.
Bagi pengguna obat:
- tekanan darah tinggi
- atau pengatur irama jantung (aritmia)
efek kafein bisa mengurangi manfaat obat tersebut. Pengidap penyakit jantung tidak harus berhenti total minum kopi, namun perlu memantau reaksinya dan mempertimbangkan kopi decaf bila diperlukan.
Kesimpulan
Kopi memiliki manfaat, tetapi juga bisa berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Jika Anda sedang menjalani pengobatan, terutama yang sensitif waktu atau bekerja pada sistem saraf dan jantung, sebaiknya:
- beri jarak setidaknya 1–2 jam antara minum obat dan kopi
- perhatikan reaksi tubuh
- konsultasikan ke dokter jika ragu
Kopi boleh tetap jadi teman pagi Anda, selama dikonsumsi dengan lebih bijak.***
Editor : Syafira
Sumber : CNBCIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































