
TIMETODAY.ID, BOGOR – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, sekaligus Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat, Herman Suryatman menekankan pentingnya penguatan program mitigasi bencana melalui Gerakan Pramuka. Hal ini disampaikan mengingat tingginya angka kejadian bencana yang melanda wilayah Jawa Barat sepanjang tahun ini.
“Sebagaimana arahan Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi, kita fokus untuk membantu bencana alam lingkungan yang saat ini terjadi,” ujar Herman kepada wartawan usai melantik pengurus Pramuka Kabupaten Bogor periode 2025-2030 di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/12/2025).
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat, hingga pertengahan November telah terjadi 74 kejadian bencana yang berdampak pada 9.810 jiwa. Bencana yang terjadi didominasi banjir dan tanah longsor.
Herman menyebutkan, sejumlah daerah seperti Bandung, Bandung Barat, Karawang, dan Subang saat ini memasuki tahap pemulihan. Pramuka Jabar akan menyiapkan sinergi dengan pemerintah daerah untuk membantu relokasi warga yang rumahnya rusak berat.
Selain fokus pada penanganan di Jawa Barat, Pramuka Jabar juga membuka donasi untuk membantu korban bencana longsor dan banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Yang terkumpul dari 27 Kwarcab bersama Kwarda akan kita kirimkan langsung ke Aceh. Kita akan buka posko di lokasi yang paling berat di sana dan ada perwakilan dari Kwarda dan Kwarcab untuk membantu warga kita yang ada di Aceh,” kata Herman.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem, Gelombang Ekstrem, Abrasi, dan Tanah Longsor yang berlaku sejak 15 September 2025 hingga 30 April 2026.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































