TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pengaturan pola makan menjadi salah satu faktor penting dalam proses pemulihan selulitis. Selain menjalani pengobatan medis, pemilihan makanan yang tepat dinilai dapat membantu tubuh melawan infeksi sekaligus mencegah peradangan semakin parah.
Selulitis merupakan infeksi pada kulit dan jaringan di bawahnya yang umumnya disebabkan oleh bakteri seperti Streptococcus dan Staphylococcus. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi lebih serius.
Sejumlah jenis makanan diketahui dapat memperburuk peradangan atau menghambat kerja sistem imun. Karena itu, penderita disarankan untuk lebih selektif dalam memilih asupan harian.
Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari selama masa pemulihan:
1. Makanan tinggi gula
Konsumsi makanan manis seperti kue, minuman bersoda, hingga permen dapat memicu respons peradangan. Selain itu, gula berlebih juga dapat menurunkan daya tahan tubuh dalam melawan infeksi.
2. Gorengan
Makanan yang digoreng mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang berisiko memperparah inflamasi. Proses pengolahan dengan suhu tinggi juga dapat menghasilkan senyawa yang kurang baik bagi tubuh.
3. Daging merah dan olahan
Daging berlemak serta produk olahan seperti sosis dan hotdog dinilai kurang mendukung proses penyembuhan karena kandungan lemak jenuh dan bahan pengawetnya.
4. Makanan cepat saji
Jenis makanan ini umumnya tinggi garam, lemak tidak sehat, dan bahan tambahan yang dapat mengganggu keseimbangan nutrisi serta memperlambat pemulihan.
5. Makanan tinggi garam
Asupan garam berlebih dapat menyebabkan retensi cairan yang berpotensi memperparah pembengkakan di area yang terinfeksi.
6. Produk susu tinggi lemak
Susu full cream, keju, dan mentega mengandung lemak jenuh yang pada beberapa orang dapat memicu reaksi peradangan.
7. Makanan mengandung gluten
Bagi individu dengan sensitivitas gluten atau kondisi tertentu, makanan berbasis gandum seperti roti dan pasta dapat memperburuk peradangan.
Di sisi lain, pola makan sehat justru menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan. Penderita disarankan mengonsumsi makanan segar seperti sayur dan buah, serta sumber protein rendah lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe.
Selain itu, metode memasak seperti merebus, mengukus, atau memanggang dinilai lebih aman dibandingkan menggoreng. Asupan nutrisi penting seperti vitamin C, protein, dan zinc juga berperan dalam mempercepat penyembuhan luka.
Tak hanya dari sisi makanan, menjaga kebersihan area kulit yang terinfeksi serta rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga medis tetap menjadi langkah utama dalam penanganan selulitis.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































