TIMETODAY.ID, JAKARTA — Arah diplomasi Indonesia ke Eropa kembali menguat. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melakukan kunjungan kenegaraan lanjutan ke Prancis dalam waktu dekat, melanjutkan komunikasi intensif yang sebelumnya telah terjalin.
Kabar tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono dalam konferensi pers di Jakarta.
“Rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang akan dilakukan dalam waktu dekat,” ujarnya, dikutip Kamis (23/4/2026).
Kunjungan ini menjadi lanjutan dari pertemuan sebelumnya antara Prabowo dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada pertengahan April lalu. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas berbagai isu strategis yang menjadi fondasi hubungan bilateral kedua negara.
Sugiono menilai kedekatan personal antara kedua pemimpin menjadi modal penting dalam memperluas kerja sama. Ia menegaskan bahwa kunjungan mendatang diharapkan mampu mendorong hubungan Indonesia–Prancis ke level yang lebih komprehensif.
“Ini sedang dibahas sehingga diharapkan saat itu terjadi nanti cakupan kerja sama yang kita lakukan dengan Prancis juga akan menjadi lebih luas dan lebih strategis,” tuturnya.
Selain hubungan diplomatik, kerja sama di sektor pertahanan menjadi salah satu fokus utama. Indonesia selama ini diketahui menjalin hubungan pengadaan alat utama sistem persenjataan dengan Prancis, yang kemudian diarahkan menuju penguatan penguasaan teknologi.
“Karena kita ketahui bahwa kita memperoleh ataupun membeli alat-alat pertahanan yang cukup strategis dari Prancis, dan ini juga memiliki turunan bahwa kita harus juga bisa meningkatkan penguasaan teknologi terhadap alat-alat tersebut,” ucapnya.
Lebih jauh, kerja sama tidak hanya berhenti pada pembelian, tetapi diarahkan ke transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan dan riset.
“Sehingga terjadi apa yang disebut satu kerja sama beyond procurement kita tidak hanya sebatas membeli saja, tetapi juga melakukan transfer teknologi dan penguasaan teknologi dari barang-barang yang kita beli,” lanjut Sugiono.
Tak hanya sektor pertahanan, pembahasan juga mencakup isu-isu strategis global lainnya, mulai dari energi, pemanfaatan mineral kritis, hingga pengembangan ekonomi kreatif, infrastruktur, dan transportasi.
“Kemudian pembicaraan juga menyangkut tentu saja, karena ini dirasakan di seluruh dunia, mengenai energi, juga pemanfaatan mineral kritis, pendidikan, dan ekonomi kreatif, infrastruktur dan transportasi,” tuturnya.
Rencana kunjungan ini menandai upaya Indonesia memperkuat posisi di panggung global, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas sektor dengan salah satu kekuatan utama di Eropa.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































