TIMETODAY.ID, JAKARTA — Situasi di jalur pelayaran internasional kembali memanas seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Di tengah gencatan senjata yang masih rapuh, manuver militer di laut justru menunjukkan eskalasi baru yang mengkhawatirkan.
Sedikitnya tiga kapal tanker berbendera Iran dilaporkan dicegat oleh militer AS saat melintas di kawasan perairan Asia. Informasi yang dihimpun Reuters menyebut kapal-kapal tersebut dipaksa mengubah haluan dari posisi awalnya di sekitar perairan dekat India, Malaysia, hingga Sri Lanka.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi Washington untuk memperketat blokade terhadap ekspor minyak Iran melalui jalur laut. Hingga kini, pihak militer AS belum memberikan pernyataan resmi terkait operasi pencegatan tersebut.
Di sisi lain, situasi semakin tegang setelah Iran merespons dengan aksi militer di Selat Hormuz—jalur vital perdagangan energi dunia.
Kapal-kapal yang melintas dilaporkan mendapat tembakan peringatan, menambah ketidakpastian di tengah belum jelasnya kelanjutan perundingan damai.
Dalam beberapa hari terakhir, kedua pihak saling menunjukkan kekuatan. AS dilaporkan telah menyita satu kapal kargo dan satu tanker minyak milik Iran. Sebaliknya, Teheran mengklaim telah menahan dua kapal kontainer yang mencoba keluar dari Teluk.
Berdasarkan data pelacakan dari platform pelayaran, tiga kapal yang menjadi fokus pencegatan adalah Deep Sea, Sevin, dan Dorena.
Deep Sea, sebuah supertanker bermuatan minyak mentah, terakhir terdeteksi di lepas pantai Malaysia.
Sementara Sevin, kapal dengan kapasitas lebih kecil, diketahui membawa sekitar 65 persen muatan saat dicegat di kawasan yang sama.
Adapun Dorena, tanker berkapasitas besar yang mengangkut hingga 2 juta barel minyak, terakhir terlihat di perairan selatan India sebelum akhirnya dikawal kapal perusak Angkatan Laut AS di Samudra Hindia.
Komando Pusat AS, USCENTCOM, mengonfirmasi bahwa Dorena kini berada di bawah pengawasan ketat setelah diduga mencoba menembus blokade.
Selain itu, sumber industri pelayaran menyebut satu kapal lain, Derya, juga berpotensi mengalami pencegatan. Kapal tersebut sebelumnya gagal menurunkan muatan minyak di India sebelum masa keringanan impor dari AS berakhir.
Rangkaian insiden ini menunjukkan bahwa meski secara formal berada dalam fase gencatan senjata, konflik di lapangan belum benar-benar mereda.
Jalur laut yang seharusnya menjadi nadi perdagangan global kini berubah menjadi arena tarik-menarik kekuatan, dengan risiko yang bisa meluas ke stabilitas ekonomi dunia.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































