
TIMETODAY.ID, BOGOR – Harga minyak goreng merek Minyakita di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dikeluhkan pedagang sembako karena masih tinggi meski pasokan tersedia.
Salah satu pedagang, Nci (40), mengatakan stok minyak goreng di pasaran dalam kondisi aman. Namun, harga jual dinilai belum kembali normal.
“Barangnya ada, tetapi harganya naik. Pemerintah juga menyampaikan stok aman,” ujar Nci saat ditemui di Pasar Cibinong, Senin (20/4/2026).
Menurut dia, harga Minyakita saat ini mencapai sekitar Rp21.000 per liter. Angka tersebut melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah per April 2026 sebesar Rp15.900 per liter.
Nci menjelaskan, sebelum Ramadan, harga minyak goreng masih berada di kisaran Rp18.000 per liter. Namun, harga terus meningkat hingga setelah Lebaran.
“Terakhir sebelum puasa sekitar Rp18.000, sekarang sudah Rp21.000,” kata dia.
Ia menilai kenaikan harga terjadi secara bertahap dari hulu ke hilir, mulai dari produsen hingga distributor.
“Dari pabriknya juga sudah mahal, jadi ke bawah ikut naik,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat pedagang menyesuaikan harga jual agar tidak merugi.
“Kalau belinya sudah mahal, tidak mungkin dijual rugi,” kata Nci.
Meski demikian, ia memastikan ketersediaan minyak goreng di pasar masih mencukupi. Namun, tingginya harga menjadi kendala bagi pedagang dan pembeli.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































