Kemdiktisaintek Gelontorkan Rp1,7 Triliun, Ribuan Riset Kampus Siap Berdampak

Kemdiktisaintek
Mendiktisaintek, Brian Yuliarto. Foto: Tangkapan Layar Youtube Kemendiktisaintek

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengucurkan dana riset sebesar Rp1,7 triliun untuk mendukung puluhan ribu inovasi dari kampus di seluruh Indonesia. Pendanaan ini menyasar 18.215 kegiatan penelitian dan pengembangan yang tersebar di berbagai perguruan tinggi.

Menteri Brian Yuliarto menyebut, bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras para akademisi dalam menghasilkan riset yang tidak hanya berhenti di ruang laboratorium, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Ini adalah hasil dedikasi luar biasa dari para dosen dan peneliti dalam menyiapkan riset dan pengabdian yang berdampak,” ujar Brian dalam keterangan resminya.

Advertisement

Dorong Riset Lebih Berdampak

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menegaskan skema pendanaan tahun ini dirancang agar hasil penelitian lebih cepat diterapkan di lapangan. Fokus utamanya adalah menjawab persoalan strategis nasional sekaligus mempercepat hilirisasi riset ke sektor industri.

Baca Juga :  Deputi Wilayah 5 BPJS Kesehatan Jabar, Puji RSUD Leuwiliang

“Program ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem riset dan mempercepat pemanfaatan hasilnya oleh masyarakat dan industri,” kata Fauzan.

Kolaborasi lintas kampus, lembaga riset, hingga pelaku industri juga diperluas agar inovasi tidak berhenti sebagai konsep, melainkan benar-benar bisa digunakan.

Mayoritas Penerima dari Kampus Swasta

Menariknya, distribusi penerima dana menunjukkan dominasi perguruan tinggi swasta. Sekitar 60 persen penerima berasal dari PTS, sementara 40 persen lainnya dari PTN. Para penerima berasal dari 38 provinsi, mencerminkan pemerataan dukungan riset secara nasional.

Mulai tahun ini, pemerintah juga mengalokasikan sekitar 25 persen dana untuk honorarium peneliti, sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan aktivitas riset.

Fokus pada Sektor Strategis

Pendanaan difokuskan pada sejumlah bidang prioritas, dengan porsi terbesar pada sektor kesehatan (27 persen) dan ketahanan pangan (25 persen). Selain itu, riset juga diarahkan pada hilirisasi industri, digitalisasi termasuk kecerdasan buatan, energi, hingga pertahanan.

Baca Juga :  Elektabilitas Paslon Rena-Teddy Meroket Menjelang Pilwakot Bogor 2024

Rincian Program Pendanaan

Skema pendanaan terbagi ke dalam beberapa program utama, antara lain:

  • Penguatan kapasitas riset dan riset dasar-terapan: Rp1,04 triliun (13.028 proposal)
  • Pengabdian kepada masyarakat: Rp167 miliar (3.328 tim)
  • Hilirisasi riset prioritas: Rp318 miliar (925 proposal)
  • Pengujian model dan prototipe: Rp46 miliar (354 proposal)
  • Konsorsium riset unggulan: Rp62,4 miliar (102 konsorsium)
  • Penguatan kelembagaan riset: Rp7,85 miliar
  • Program mahasiswa berdampak: Rp21,9 miliar (202 proposal)
  • Inovasi seni nusantara: Rp17,5 miliar (244 proposal)
  • Program PHC-Nusantara: Rp2,2 miliar (15 proposal)

Brian menegaskan, riset harus menjadi motor penggerak pembangunan nasional. Ia berharap sinergi antara kampus, pemerintah, dan dunia usaha dapat mempercepat lahirnya inovasi yang berdampak luas.

“Mari jadikan sains dan teknologi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan pemerataan, demi Indonesia yang mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel