Sebelum Motor Listrik MBG, Tiara Minta Gaji Honorer Dibenahi

motor listrik
Ilustrasi kontras antara pengadaan motor listrik program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kondisi guru honorer yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah gaji yang minim dan tunjangan yang belum pasti. Foto : chatgpt.

TIMETODAY.ID, BOGOR –  Di tengah kabar pengadaan 21.800 unit sepeda motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), Tiara (27), seorang guru honorer di Kabupaten Bogor, Jawa Barat justru mempertanyakan skala prioritas pemerintah. Bagi dia, kesejahteraan tenaga pendidik jauh lebih mendesak untuk dibenahi.

“Masih banyak guru honorer yang gajinya kecil dan belum cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Mending fokusin dulu ke kesejahteraan guru, kalau itu sudah lebih baik, baru pikirkan fasilitas tambahan seperti motor listrik,” kata Tiara saat dihubungi, Sabtu (11/4/2026).

Baca Juga :  Mengintip Menu Makan Presiden Jokowi saat Berkantor di IKN

Tiara menilai alokasi anggaran untuk kendaraan operasional MBG belum tepat sasaran. Ia juga mempertanyakan efektivitas penggunaan motor listrik jika armada kendaraan lain seperti mobil dinilai sudah tersedia di lapangan.

Advertisement

“Kan mobil ada, ngapain pakai motor? Mengantarkan makanan juga lebih nyaman pakai mobil, kecuali memang jalannya tidak bisa dilewati mobil, baru itu motor listrik masuk akal,” ujarnya.

Keresahan Tiara muncul menyusul viralnya video puluhan unit sepeda motor berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) di media sosial, yang memantik perdebatan publik soal urgensi dan efisiensi anggaran program tersebut.

Baca Juga :  Wabup Bogor Ajak Warga Ubah Pola Makan, Utamakan Pangan Lokal Bergizi

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan, pengadaan kendaraan itu bukan tanpa alasan. Tantangan geografis disebut menjadi faktor utama diperlukannya sepeda motor dalam rantai distribusi MBG, khususnya untuk menjangkau desa-desa yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Program ini menjangkau daerah-daerah yang sangat sulit, seperti desa-desa yang hanya bisa diakses dengan motor. Itu untuk menunjang operasional,” ujar Dadan.

Motor listrik tersebut rencananya akan dioperasikan oleh para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan distribusi bantuan berjalan lancar hingga ke pelosok.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel