Kuba Kukuh Jaga Kedaulatan, Miguel Díaz-Canel Tolak Tekanan Donald Trump

Miguel Díaz-Canel
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel/DOK FOTO duma.gov.ru via WIkimedia Commons

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden Miguel Díaz-Canel menegaskan sikap keras negaranya di tengah meningkatnya tensi dengan Donald Trump. Dalam pernyataannya, ia memastikan Kuba tidak akan tunduk pada tekanan Washington dan tetap berpegang pada kedaulatan nasional.

Dalam wawancara dengan NBC News yang dikutip kantor berita AFP, Díaz-Canel menekankan bahwa Kuba memiliki hak penuh menentukan arah politiknya sendiri.

“Kita memiliki negara berdaulat yang merdeka, negara yang bebas. Kita memiliki penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan, dan kita tidak tunduk pada rencana Amerika Serikat,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Advertisement

Pernyataan itu muncul di tengah hubungan yang kembali memanas antara Kuba dan Amerika Serikat, terutama setelah serangkaian tekanan ekonomi dan retorika keras dari pemerintahan Trump.

Baca Juga :  PBB Keluarkan Resolusi Baru Tekan Israel soal Akses Bantuan Gaza

Díaz-Canel juga menilai Washington tidak memiliki legitimasi moral untuk menekan negaranya. Ia menuding kebijakan permusuhan justru berasal dari Amerika Serikat sendiri.

“Pemerintah AS yang telah menerapkan kebijakan permusuhan terhadap Kuba tidak memiliki hak moral untuk menuntut apa pun dari Kuba,” tegasnya.

Lebih jauh, pemimpin berusia 65 tahun itu menegaskan bahwa sikap menyerah bukan bagian dari prinsip revolusi Kuba.

“Konsep para revolusioner menyerah dan mengundurkan diri—itu bukan bagian dari kosa kata kami,” katanya.

Di sisi lain, Trump dalam beberapa pekan terakhir kerap melontarkan pernyataan kontroversial terkait Kuba. Ia bahkan sempat menyinggung kemungkinan “mengambil alih” pulau tersebut dalam berbagai bentuk.

Baca Juga :  Paus Fransiskus Tutup Usia, Dimakamkan di Luar Vatikan Sesuai Wasiat

“Anda tahu, sepanjang hidup saya, saya selalu mendengar tentang Amerika Serikat dan Kuba, kapan Amerika Serikat akan mendapat kehormatan untuk mengambil alih Kuba? Itu suatu kehormatan besar,” kata Trump sebelumnya dari Gedung Putih.

Pernyataan saling sindir ini terjadi di tengah krisis ekonomi yang tengah melanda Kuba, terutama akibat embargo dan pembatasan energi yang berdampak luas pada kehidupan masyarakat.

Meski demikian, Díaz-Canel menegaskan bahwa pemerintahnya tetap membuka ruang dialog, namun tanpa mengorbankan sistem politik dan kedaulatan negara.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel