TIMETODAY.ID, JAKARTA — Menjaga kebersihan pusar sering kali terlewatkan dalam rutinitas harian. Padahal, bagian tubuh yang kecil dan tersembunyi ini bisa menjadi tempat berkumpulnya kotoran, keringat, hingga bakteri jika tidak dirawat dengan benar. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bisa memicu bau tidak sedap bahkan infeksi.
Secara alami, pusar memang memiliki mekanisme pembersihan sendiri. Namun, karena bentuknya yang cekung, area ini tetap perlu dibersihkan secara rutin dengan cara yang tepat dan tidak berlebihan.
Berikut beberapa cara aman membersihkan pusar yang bisa dilakukan di rumah:
Gunakan air hangat dan sabun lembut
Membersihkan pusar bisa dimulai dari cara paling sederhana, yakni menggunakan air hangat dan sabun ringan.
Gunakan kain halus atau cotton bud untuk menjangkau bagian dalam pusar, lalu bersihkan secara perlahan. Metode ini efektif mengangkat kotoran tanpa membuat kulit iritasi. Setelah itu, pastikan area pusar dikeringkan agar tidak lembap.
Manfaatkan baby oil untuk kotoran membandel
Jika kotoran di dalam pusar sudah mengeras, Anda bisa meneteskan sedikit baby oil atau minyak mineral.
Cairan ini membantu melunakkan kotoran sehingga lebih mudah dibersihkan. Diamkan sejenak sebelum diusap perlahan, namun hindari penggunaan terlalu sering agar tidak membuat area pusar terlalu lembap.
Gunakan larutan saline untuk kulit sensitif
Bagi yang memiliki kulit sensitif, larutan saline atau air garam steril bisa menjadi pilihan. Caranya, teteskan cairan ke kapas, lalu bersihkan bagian dalam pusar secara perlahan.
Metode ini cenderung lebih lembut dan minim risiko iritasi. Jangan lupa untuk mengeringkannya setelah selesai.
Bersihkan saat mandi secara rutin
Cara paling praktis adalah membersihkan pusar saat mandi. Biarkan air mengalir ke area tersebut, lalu gosok perlahan dengan sabun lembut.
Kebiasaan sederhana ini cukup efektif mencegah penumpukan kotoran, terutama bagi yang aktif dan mudah berkeringat.
Meski terlihat sepele, ada beberapa hal yang perlu dihindari. Jangan menggunakan alkohol, parfum, atau bahan keras lainnya karena dapat memicu iritasi. Selain itu, hindari mengorek pusar terlalu dalam atau menggunakan benda tajam.
Jika pusar terasa nyeri, mengeluarkan cairan, atau berbau menyengat, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda infeksi yang memerlukan penanganan medis.
Perawatan sederhana yang dilakukan secara rutin dapat menjaga kebersihan pusar sekaligus mencegah masalah kesehatan yang tidak diinginkan.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































